tao-3Kata orang, hidup ini bagai sandiwara. Kalau begitu, kita manusia hanyalah para pemain dalam kehidupan ini. Dalam sandiwara terdapat berbagai peran yang harus dimainkan, seperti ada peran protagonis yang selalu baik budi pekertinya, ada peran antagonis yang selalu bertingkah laku jahat.

Begitu pula dalam kehidupan yang sedang kita jalani, di sekitar kita terdapat berbagai macam sifat dan tingkah laku yang berbeda-beda. Ada yang baik hatinya, ada pula yang bengkok hatinya.

Bagi kita yang siutao masih tidak terlepas dari berbagai peran dalam kehidupan. Hal itu dapat dimaklumi, dikarenakan kita hanya manusia yang sedang siu untuk mencapai kedewaan yang mungkin masih jauh jalannya dan masih perlu ditempuh beberapa kehidupan lagi.

Pertentangan dan perselisihan tidak lepas dalam kehidupan yang kita jalani. Semua bersikeras mempertahankan argumen dan pendapatnya sendiri-sendiri. Alangkah indah hidup ini bila perbedaan itu tidak terjadi pada lingkungan kita sendiri, biarlah peran antagonis dimainkan oleh orang lain saja tentu Cen San Mei di dunia ini bagi kita akan lebih cepat tercipta apalagi kita semua adalah saudara satu seperguruan.

Saya teringat kata-kata seorang sesiung. Katanya, “Tao Itu Sudah Sempurna, kita hanya pemain sandiwara yang menjalaninya, maka jadilah pemain protagonis yang baik.

Di kehidupan ini kita beruntung dapat bertemu dengan Tao. Bila dalam kesempatan ini kita tidak bisa Tek Tao bagaimana? Akankah kita berkesempatan bertemu Tao lagi di kehidupan mendatang? Siapa yang bisa menjamin?

Anggap saja hidup ini adalah yang terakhir kita bertemu Tao, sehingga kita wajib berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai Tao yang Maha Besar. Bila di akhir nanti kita belum berhasil, minimal kita telah menjadi manusia dengan nilai 8 atau 9 sehingga bila pun ketemu Tao di kehidupan yang akan datang, kita tinggal selangkah dua langkah lagi mencapainya. Dan langkah pertama yang harus kita tempuh dalam kehidupan ini adalah menjadi pemain protagonis yang baik. Salam Tao

  • Share/Bookmark

Leave a Reply