Sebagai seorang TaoYu, kita sering mendengar kata-kata,”Temukanlah Aku-mu yang asli”. Apa artinya Aku yang asli?

Suatu saat kita ditegur oleh atasan kita karena kesalahan kita dalam mengerjakan tugas di kantor misalnya. Di depan atasan pada saat itu kita hanya bisa mangut-mangut dan berkata,”Iya Pak, Siap Bos, Sorry Pak”, dan lain sebagainya dengan mimik muka memelas,  perasaan menyesal  dan bersalah.

Namun setelah atasan kita berlalu setelah selesai menegur kita, dengan spontan kita mengumpat atasan kita, menirukan kata-katanya dengan ejekan, menjulurkan lidah dibelakangnya, “Itulah Aku yang asli”. Aku yang tidak menerima bila dikritik, Aku yang tidak mau mengakui kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat.

Di lain waktu, dalam suatu organisasi, teman kita mendapatkan tugas menjadi pimpinan sedangkan kita tidak terpilih. Suatu saat teman kita tersebut menemui kesulitan dalam menjalankan tugas, kita bukannya membantu malah berucap, “Rasain lu”, Itulah Aku yang asli, Aku yang penuh dengan dengki, iri hati dan kebencian.

Dalam kehidupan sehari-hari, Aku yang asli sering muncul dalam hidup kita. Hanya kadang kita lebih sering mengingkarinya dengan memakai ‘Topeng’ untuk menutupi Aku yang asli.

Temukanlah Aku yang asli, sadari bahwa itulah Aku yang asli dan ubahlah Aku asli yang negatif menjadi Aku asli yang positif sehingga bertambah maju selangkah dalam menuju garis akhir yang kita ingin capai.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply