global_crisis_295915Krisis Global adalah istilah yang paling sering kita dengar akhir-akhir ini, di koran di televisi hampir setiap hari membahas masalah tersebut. Krisis bukan hanya dirasakan oleh negara Asia saja seperti tahun 1997, namun telah dirasakan oleh hampir seluruh negara dimuka bumi ini. Bahkan Amerika Serikat yang notabene adalah negara adidaya kalang kabut dibuatnya.

Benar-benar hebat dampak krisis global ini, hampir semua aspek kehidupan terkena dampaknya.

Kita di Indonesia pun tak luput dari akibatnya, bila dahulu pada tahun 1997 krisis melanda Asia tidak semua lapisan masyarakat merasakannya, paling hanya lapisan bawah yang benar-benar sangat terpukul tapi tidak sekarang. Krisis ini mempengaruhi hampir semua lapisan masyarakat baik kalangan atas, menengah apalagi bawah.

Tidak ada cara menghindarinya kecuali berusaha menghadapinya. Asal kita menerima keadaan ini dan menguatkan diri untuk melewatinya, maka badai suatu saat pasti berlalu.

Sejarah membuktikan bahwa pada saat krisis walaupun banyak menghancurkan orang-orangkaya, namun dalam krisis bisa pula lahir orang-orang kaya yang baru. Bila kita menghadapinya dengan benar, bisa saja kita adalah orang-orang kaya baru itu.

Bagi kita umat Tao, kita harus lebih tangguh, gigih dan tahan banting dalam menghadapi krisis ini. Memang, pada saat kita menghadapi cobaan hidup, kadang kita hampir hancur dibuatnya, putus asa, kecewa, frustasi membuat kita sampai pada titik nadir terendah dalam hidup kita. Namun ingatlah, bahwa setelah sampai pada titik terendah tidak akan bisa rendah lagi, seperti roda pada saat sampai putaran paling rendah tentu dia akan mulai berputar naik kembali.

Kita sekiranya bisa mengerti bahwa hidup itu yin dan yang. Kadang hitam kadang putih, kadang senang kadang susah, kadang diatas kadang dibawah.

Dalam menghadapi krisis keuangan yang terjadi, ada dua hal yang bisa kita lakukan agar kita bisa bertahan dari badai krisis ini.

1. Perbanyak Pendapatan

Bila biasanya kita menghasilkan uang 2 juta perbulan untuk membiayai hidup kita, maka kita harus berusaha untuk menghasilkan lebih dari 2juta perbulan agar biaya hidup kita yang membengkak bisa lebih tercukupi.

Hal ini bisa dilakukan dengan memperbanyak penjualan bagi yang bisnis ataupun bisa mencari pekerjaan tambahan bagi yang bekerja.

2. Hemat

Dengan hidup lebih berhemat dibanding biasanya, kita dapat mengurangi pengeluaran. Hal-hal yang dirasa kurang perlu tidak perlu dibeli ataupun dilakukan sehingga pengeluaran kita lebih berkurang dan penghasilan bisa mencukupi.

Sebagai umat Tao, kita harus bisa menghadapi segala persoalan hidup dengan lapang dada dan tabah. Asal kita giat bekerja, ulet, berbuat kungtek dan tak lupa sembahyang, tentulah Dewa-Dewi tidak akan diam saja, Dewa-Dewi akan selalu membantu dan memberi berkah.

Seperti salah satu syair dalam kitab suci Thai Sang Lauw Cin berikut ;

“Di sorga ada peraturan-peraturan sorga

Manusia ada takdirnya

Ketemu cara mendekati Dewa-Dewa (TAO)

Nasib yang keruh dapat jernih juga”.

Salah satu keunggulan kita yang siutao adalah bahwa kita diberi kesempatan untuk melatih diri agar bisa lebih dekat dengan Dewa-Dewi sehingga bantuan dan berkahpun lebih berlimpah.

Saat hati sedang susah, kita buat hati kita gembira, salah satunya adalah dengan menyanyikan lagu-lagu Tao kita yang penuh semangat dan penuh makna sehingga hati kita tentram dibuatnya.

Seperti syair berikut ini ;

“ Banyak rintangan usaha-usaha

Buanglah kecemasan dan nyanyikanlah lagu-lagu Tao saja

Belajar hingga dapat berdialog dengan dewa-dewa

Dewa-dewa tentu lebih perhatian padanya”

Maka dari itu, sebagai orang siutao kita harus lebih tangguh dalam menghadapi krisis keuangan dan krisis global ini, jangan mudah menyerah, maju terus.

Suatu hari badai pasti berlalu, setelah badai berlalu maka akan terbitlah terang.

Semoga bermanfaat.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply