happyfamilyKata diatas adalah sebuah judul film yang saya tonton di televisi beberapa waktu yang lalu. Film ini sudah diputar berkali-kali di beberapa stasiun televisi, namun ada suatu hikmah yang saya tangkap pada saat menonton yang terakhir kali itu.

Film tersebut sebuah film drama keluarga yang bercerita tentang seorang pekerja yang bernama Michael. Dia seorang pekerja yang penuh ambisi, harapannya adalah suatu saat nanti dia akan menjadi rekanan bisnis dari bos nya bukan hanya seorang karyawan seperti saat ini. Oleh karena itu dia harus menunjukkan prestasi kerja yang sangat bagus agar bisa dijadikan rekanan oleh bos nya.

Suatu saat Michael mendapatkan hadiah super berupa sebuah remote control. Ini bukan sembarang remote tetapi sebuah remote control kehidupan.

Dengan alat ini, Michael dapat mengontrol kehidupannya hanya melalui tombol-tombol yang terdapat pada remote tersebut.

Seperti halnya sebuah remote DVD player, disana terdapat tombol rewind, skip, forward, stop dan kegunaan tombol lainnya yang akan berbunyi ‘click’ bila ditekan.

Michael yang sangat terobsesi dengan ambisinya untuk menjadi rekan bisnis bos nya, sangat mengutamakan pekerjaan dibanding keluarganya. Michael mempunyai seorang istri yang cantik dan dua anak laki-laki dan perempuan yang masih kecil.

Pekerjaan sangat menyita waktunya sehingga waktu untuk keluarga pun tidak ada. Michael jadi sering bertengkar dengan istrinya dan sering mengecewakan anak-anaknya. Bila sedang bertengkar dengan istrinya ataupun menemui hal-hal yang tidak disukainya, Michael menggunakan remote control istimewa yang dipunyainya untuk melewati bagian-bagian kehidupannya yang tidak disukainya.

Bagian-bagian kehidupan yang berhubungan dengan istri, anak maupun orang tuanya sering dilewatkannya dengan menekan tombol skip ataupun forward. Jadi setiap menemukan momen yang tidak disukainya, Michael tinggal menekan ‘click’.

Singkat cerita, Michael berhasil menjadi rekan bisnis dari bosnya tersebut. Kini, dia telah sejajar dengan bos nya sendiri dalam perusahaan dimana dulunya dia adalah karyawan.

Namun, setelah menjadi rekanan bos nya, dia mulai sadar bahwa bukan ini yang dia cari selama ini. Dia telah melewatkan begitu banyak bagian kehidupan yang menyangkut keluarganya. Kini, dia sudah tua, kedua anaknya sudah dewasa. Anak laki-lakinya sudah akan menikah. Yang menyedihkan adalah kenyataan bahwa dia dan istrinya telah bercerai, dikarenakan sering bertengkar. Dan yang paling menyedihkan adalah, ayahnya meninggal setelah bertengkar dengan dirinya, dan pada saat pertengkaran itu dia segera menekan tombol skip sehingga dia melewatkan saat-saat ayahnya menghembuskan napas terakhirnya.

Michael begitu menyesal, ternyata begitu banyak momen-momen indah dalam kehidupannya yang dia lalui. Apa yang dia capai kini tidaklah sebanding dengan apa yang telah dia lewatkan. Melihat anak-anaknya tumbuh besar, saat-saat bahagia bersama istri, melihat akhir hidup ayahnya, dan momen-momen indah lainnya.

Dia begitu terpukul sampai pada akhirnya, dikarenakan usianya yang tidak lagi muda, dia pun mempunyai penyakit jantung yang telah akut.

Di saat-saat terakhirnya, Michael memberi pesan kepada anak lelakinya yang baru saja menikah,”Keluarga adalah yang utama dari segalanya”.

Dari cerita diatas dapat kita petik suatu pelajaran. Dalam kehidupan dengan persaingan yang sedemikian ketat ini, seringkali kita terlalu sibuk dengan pekerjaan dan bisnis kita sehingga kita pun seringkali melupakan waktu kita bersama keluarga, bersama istri dan anak-anak, bersama orang tua kita mumpung mereka masih ada.

Hilangkanlah sejenak hal-hal diluar sana, bila bersama keluarga nikmatilah saat-saat indah bersama mereka karena momen itu akan berlalu dan tidak akan kembali.

Bukankah kita ini adalah Thay Shang Men-Xiao Yao Phai? Maka, kejarlah apa yang ingin kita raih namun jangan lupakan momen indah bersama keluarga. Nikmatilah hidup ini, Xiao Yao saja menjalani hidup dan ‘Keluarga adalah Yang Utama’.

  • Share/Bookmark

2 Responses so far.

  1. sanman89 says:

    bagus bro!
    isinya bagus!
    saya suka itu…

  2. Editor says:

    Tq, bro Sanman

Leave a Reply