<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wo Xue Dao &#187; agama tao</title>
	<atom:link href="http://woxuedao.com/tag/agama-tao/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://woxuedao.com</link>
	<description>Learning Tao For Better Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 15:11:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pentingkah Huang Ie?</title>
		<link>http://woxuedao.com/yin-yang/pentingkah-huang-ie/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/yin-yang/pentingkah-huang-ie/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 14:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yin Yang]]></category>
		<category><![CDATA[agama tao]]></category>
		<category><![CDATA[huang Ie]]></category>
		<category><![CDATA[Tao]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang Hari Kebesaran Maha Dewa Thai Shang Law Cin, taoyu-taoyu yang mengikuti ujian kenaikan tingkat dalam Perguruan Thay Shang Men-Xiao Yaw Phay kita baik itu Huang Ie tingkat I ataupun Huang Ie tingkat II pasti akan berdebar-debar hatinya menanti berita apakah lulus atau tidak. Siapa-siapa saja yang lulus biasanya diumumkan pada waktu Hari Kebesaran Maha Dewa, namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-61" title="001aa018fefe091df59e1e" src="http://woxuedao.files.wordpress.com/2009/06/001aa018fefe091df59e1e.jpg" alt="001aa018fefe091df59e1e" width="350" height="244" />Menjelang Hari Kebesaran Maha Dewa Thai Shang Law Cin, taoyu-taoyu yang mengikuti ujian kenaikan tingkat dalam Perguruan Thay Shang Men-Xiao Yaw Phay kita baik itu Huang Ie tingkat I ataupun Huang Ie tingkat II pasti akan berdebar-debar hatinya menanti berita apakah lulus atau tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa-siapa saja yang lulus biasanya diumumkan pada waktu Hari Kebesaran Maha Dewa, namun biasanya juga sebelum hari H tersebut sudah ada bocoran-bocoran tentang siapa saja yang lulus. Bagi yang lulus tentu sangat bangga dan senang sekali, yang tidak lulus tidak perlu berkecil hati.<span id="more-57"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Namun dibalik itu semua, pentingkah arti Huang Ie? Banyak juga taoyu-taoyu kita yang enggan untuk menempuh ujian tersebut. Berbagai alasan dikemukakan, ada yang takut, ada yang gak pede, ada yang bilang gak penting, bahkan ada yang bilang tidak ada gunanya?Begitukah?</p>
<p style="text-align:justify;">Namanya juga ujian, tentu gunanya adalah suatu pengujian apakah kita layak di mata Sen untuk naik satu tingkat agar bisa mendapatkan pelajaran yang lebih tinggi dari yang sekarang. Ibarat sekolah dulu, dari SD kelas I untuk naik kelas II harus melalui ujian sehingga tahu seseorang itu layak naik ke kelas yang lebih tinggi atau nggak. Gak mungkin kan, seseorang yang SD kelas I berhak untuk mengikuti pelajaran SD kelas II?</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga soal ujian Huang Ie. Hanya bedanya, waktu sekolah yang diuji adalah pelajaran sedangkan ujian Huang Ie adalah soal kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, setelah lulus Huang Ie mau ngapain? Tentunya bukan berbangga diri karena antara kita yang lulus hanya berbeda tipis dengan yang tidak lulus, masih mungkin kita terkejar oleh mereka yang belum lulus Huang Ie bila nanti setelah kita lulus namun kita tetap jalan di tempat siutaonya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi harus gimana?Yah, mungkin perdalam lagi siutao dalam mengarungi kehidupan ini, perdalam pelajaran yang diberikan dalam lingkup Huang Ie, lebih giat lagi dalam membantu segala kegiatan yang positif bagi perkembangan Tao umumnya dan Perguruan kita khususnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat bagi taoyu-taoyu yang lulus, dan buat taoyu-taoyu yang belum lulus jangan patah semangat, kejar lagi tahun depan..cia you! </p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/yin-yang/pentingkah-huang-ie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cheng Beng, Bakti Atau Beban?</title>
		<link>http://woxuedao.com/yin-yang/cheng-beng-bakti-atau-beban/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/yin-yang/cheng-beng-bakti-atau-beban/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 14:15:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yin Yang]]></category>
		<category><![CDATA[agama tao]]></category>
		<category><![CDATA[bakti]]></category>
		<category><![CDATA[beban]]></category>
		<category><![CDATA[cheng beng]]></category>
		<category><![CDATA[kungtek]]></category>
		<category><![CDATA[Tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan sehari-hari Ahong hanya seorang penjual bakpau keliling yang setiap harinya berjualan dengan mengayuh sepedanya yang telah lebih dari sepuluh tahun dengan setia menemani. Setiap pagi dia dan istrinya, Mei lan menyiapkan dagangan mereka disebuah rumah yang lebih layak disebut gubuk. Dengan tekun mereka mengolah bahan-bahan pembuat bakpau sehingga menjadi adonan dan akhirnya bakpau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-4" title="bokzkubur-f" src="http://woxuedao.files.wordpress.com/2009/05/bokzkubur-f.jpg" alt="bokzkubur-f" width="300" height="256" />Dalam kehidupan sehari-hari Ahong hanya seorang penjual bakpau keliling yang setiap harinya berjualan dengan mengayuh sepedanya yang telah lebih dari sepuluh tahun dengan setia menemani. Setiap pagi dia dan istrinya, Mei lan menyiapkan dagangan mereka disebuah rumah yang lebih layak disebut gubuk. Dengan tekun mereka mengolah bahan-bahan pembuat bakpau sehingga menjadi adonan dan akhirnya bakpau yang siap dijual.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan tiga orang anak, kehidupan mereka tidaklah terlalu menggembirakan. Penghasilan Ahong sebagai penjual bakpau keliling hanya cukup untuk makan sehari-hari keluarganya dan menyekolahkan ketiga anaknya.<span id="more-6"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bila hari-hari yang membutuhkan uang yang lebih banyak dari hari-hari biasanya seperti hari raya imlek Ahong cukup pusing kepala. Begitu pula bila hari <strong><em>cheng beng</em></strong> tiba. Kedua orang tua mereka telah meninggal dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Semasa orang tua mereka masih hidup, Ahong sangat berbakti kepada orang tuanya. Saat mereka sakit, dirawat sendiri dengan penuh perhatian dan kasih sayang.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari cheng beng tiba, Ahong selalu teringat kepada orang tuanya. Ingin rasanya dia menyajikan persembahan yang lengkap saat sembahyang cheng beng, namun apa daya kemampuan keuangannya tidak memungkinkan. Walaupun begitu, mereka melakukannya dengan tulus dan iklas.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka hanya bisa sembahyang kepada orang tua mereka dengan lilin, hio, buah seadanya tak tertinggal bakpau tausa kesukaan orang tuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbeda sekali dengan tetangga mereka yang kaya, saat sembahyang menyajikan hampir semua makanan yang enak-enak dan mahal, disertai pula dengan membakarkan rumah-rumahan, mobil-mobilan dan segala tetek bengek yang tidak masuk akal. Katanya supaya orang tua mereka di alam sana selalu tidak kekurangan, tetap menjadi orang kaya. Dan karena mereka sibuk, mereka menyewa orang-orang yang bisa melakukan upacara buat mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Sewaktu orang tua mereka masih hidup dan sedang sakit, mereka mempercayakan perawatan orangtuanya kepada dokter dan suster karena mereka adalah orang yang super sibuk yang tidak mau direpotkan dengan segala kerepotan merawat orang sakit dan tua. Waktu mereka terlalu berharga katanya, yang penting kan mereka sudah mengeluarkan uang kepada dokter dan suster untuk merawatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah orang tua mereka meninggal, mereka merasa beban telah hilang lepas. Mereka pun jarang melakukan kungtek karena mereka terlalu sibuk untuk mengumpulkan uang dan menikmati kemewahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan Ahong, walaupun serba kekurangan sering melakukan kungtek kepada yang memerlukan. Membagikan bakpau bikinannya kepada yang sedang kelaparan, membantu tetangga-tetangga yang memerlukan bantuan, dan rajin pula sembahyang kepada Thien dan Dewa-Dewi.</p>
<p style="text-align:justify;">Merasa terbebani saat sembahyang tidaklah ada artinya, seyogyanya dibuat sesederhana mungkin agar kita bisa sembahyang dengan tulus tanpa beban sehingga lebih bermamfaat daripada pikiran terbebani dengan kerepotan dan biaya yang musti dikeluarkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahong yang dengan kesederhanaan dan ketulusan lebih berbakti dibandingkan Acong yang lebih mempercayai orang lain untuk sembahyang pada orang tuanya. Dengan banyak melakukan kungtek, Ahong meringankan dosa-dosa orang tuanya di alam sana.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Anak cucu banyak berbuat kungtek, meringankan leluhur dialam sana. Dosa berat menjadi ringan, dosa ringan menjadi lebih ringan dan dihapuskan sehingga lebih cepat reinkarnasi  dan terlahir dengan segala kelebihan.</em></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/yin-yang/cheng-beng-bakti-atau-beban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

