Pernahkan mendengar istilah :

  1. Jadi taoyu disayang Shen
  2. Jadi HI 1 diawasi Shen
  3. Jadi HI 2 dibiarkan Shen

Saat pertama kali menjadi seorang taoyu, kita mulai memasuki babak baru dalam kehidupan kita lain dari yang biasanya.

Saat itu, banyak sekali kemudahan-kemudahan sampai mukzijat-mukzijat yang kita peroleh dalam menjalani kehidupan kita. Saat itu pula, kita semakin yakin akan Tao dan mulai dengan ceria dan semangatnya menjalani dan mempromosikan Tao. Rasanya Shen begitu perduli dan sayang kepada kita. Hampir semua yang kita harapkan akan dikabulkannya.

Setelah beberapa tahun berjalan, tentu kita ingin menguji sampai dimana tingkat pengetahuan dan pengertian Tao kita yaitu dengan mengikuti ujian kenaikan Huang Ie tingkat 1.

Untuk naik tingkat, kita diuji terlebih dahulu oleh Shen, apakah kita pantas dan layak menyandang Huang Ie 1. Namun menurut saya, ujian kenaikan tingkat bukanlah ujian yang sesungguhnya. Ujian yang sesungguhnya malah saat kita telah naik tingkat.

Yang penulis rasakan adalah, beberapa saat setelah naik tingkat, kemudahan-kemudahan yang dulu penulis dapatkan saat baru menjadi Taoyu perlahan-lahan mulai berkurang.

Tidak mudah lagi memperoleh sesuatu yang kita harapkan dengan memohon kepada Shen.

Penuh perjuangan untuk menggapai apa yang kita inginkan.

Rasanya Shen menjadi begitu ‘cuek’ alias ‘cool’. Shen seperti membiarkan kita tenggelam dalam pikiran-pikiran kita sendiri. Apa yang kita lakukan rasanya seperti hanya diawasi dari jauh oleh Shen. Seperti dalam ujian sekolah, guru hanya berdiri di depan kelas mengawasi kita mengikuti ujian tanpa berkata-kata.

Inilah ujian yang sedang kita jalani, bukan hanya saat ujian mau naik tingkat setelah itu selesai.

Begitu pun saat telah menjadi Huang Ie 2, ujian sesungguhnya akan menjadi lebih berat. Pada tahap ini, Shen membiarkan kita lebih tenggelam lagi dengan pikiran-pikiran kita sendiri terutama sikap atau sifat jelek kita yang paling dominan  akan diuji lebih dalam lagi, seakan-akan kita merasa apa yang kita lakukan adalah benar. Shen seperti istilahnya dalam bahasa jawa “sak kareb mu”. Rasanya berat sekali ujian-ujian yang harus kita hadapi sebagai seorang Huang Ie.

Ini hanya sekedar pemikiran penulis yang masih bisa diperdebatkan apabila ada yang merasa tidak tepat.

Selanjutnya, masihkah berani menjadi seorang Huang Ie?Atau cukup hanya menjadi seorang Taoyu? Kalau tujuan akhir adalah minimal menjadi manusia yang naik levelnya, harusnya tidak gentar dengan ujian seberat apapun. Jiayuuu…

  • Share/Bookmark

Leave a Reply