Bukan sombong rasanya kalau ujian sesungguhnya menjadi manusia yang ‘agak tinggi’ levelnya adalah dalam agama Tao. Apalagi tingkatan akhir yang dituju dalam agama Tao adalah menjadi Dewa.

Menyambung ulasan saya sebelumnya yang berjudul “Ujian sesungguhnya adalah saat menjadi Huang Ie”, ujian-ujian yang bertubi-tubi dalam menjalani Tao tidaklah mudah, kalau tidak mau disebut sulit.

Apa yang penulis rasakan pada tingkatan hanya ‘diawasi oleh  Shen ‘ saja sudah demikian beratnya. Apalagi pada tingkatan ‘dibiarkan oleh Shen’ tentulah lebih sulit dan berat.

Apabila tidak bisa menemukan jalan keluar dari ujian-ujian tersebut, maka akan berputar-putar didalamnya dan semakin dalam terbenam dalam putaran-putaran menemukan kebenaran.

Rasa ‘akulah yang paling benar’ semakin kuat karena tidak ada yang akan menyadarkan kita terhadap kesalahan-kesalahan kita dalam berpikir dan bertindak. Pembiaran itu akan membuat kita menjadi semakin merasa ‘benar’.

Bila tidak bisa menemukan jati diri dan melihat kesalahan-kesalahan sendiri, maka selamanya kita akan berada dalam lingkaran ‘rasa benar’ diri sendiri.

Begitu beratnya menjadi seorang Tao sejati, maka tidak salah berkata,”Tidak mudah(sulit) untuk tek tao.

Satu masa kehidupan tidaklah mudah mencapainya. Jangankan kita sebagai manusia biasa, seorang yang terlahir sebagai “Guan Yu” pun perlu kehidupan selanjutnya untuk mencapai Tao (Tek Tao).

  • Share/Bookmark

Leave a Reply