George_Horrobin_letters_s1_sMengenai kebudayaan Tao Ciao, sekarang kita ingin bertanya lebih jauh, apakah Tao itu? Bisakah kamu menjawab dengan jelas? Dapatkah kamu menjelaskan dengan sejelas-jelasnya kepada para pendengar sehingga mereka semua mengerti? Apakah kamu dapat mengikuti sistem Tao dan menjalankannya?

Kemungkinan hanya sedikit orang yang berani mengatakan ‘Aku bisa’. Seandainya kamu belum berani mengatakan ‘Aku bisa’, maka itu menggambarkan kamu belum benar-benar mengerti apa itu Tao. Jika kamu belum mengerti benar apa itu Tao, bagaimana kamu dapat disebut sebagai seorang Tao (Taois)?

Sebenarnya semua orang yang datang ke kelenteng bersembahyang sudah dapat disebut seorang penganut Tao, tapi ini tidak dapat dikatakan sebagai penganut Tao sejati, hanya disebut orang yang percaya kepada agama Tao.

Kalau dipaksakan dikatakan ktia ini telah masuk dalam Tao, maka dalam buaian ayunan Tao kamu telah berbuat apa saja? Kalau dipaksakan dikatakan kamu sedang menjalani revisi dan berlatih, apa yang kamu revisi? Apa yang kamu latih? Jika ditanya lebih jauh, kamu merevisi sudah sampai dimana? Kamu berlatih sudah menghasilkan apa? Bisakah dirimu menjawabnya? Kelihatannya seperti sangat mudah, kalau mau mengatakan dengan jujur dan tepat, mungkin hanya kucuran keringat dingin membasahi kepala kita, segalanya hanya samar-samar tidak jelas.

Sesungguhnya ingin menjelaskan apa itu Tao, menjelaskan sampai pendengar mengerti benar dan bisa menerima bukan sebuah persoalan yang mudah. Lao Tze sebagai pelopor Tao Ciao dalam bukunya Tao Tek Cing ada menuliskan sebait kalimat sebagai berikut :

“you wu hu jen, sien dien ti sen, ci sik liao sik, tu lik pu kai, dong shing ol pu tay, ge yi wei dien sia mu, wu pu ce ji ming, cek ce yuek ‘Tao’, jiang wei ce ming yuek tak…”

Kalau begitu boleh dikata ‘Tao’ dibanding dengan yang lain sudah ada lebih dahulu dan jauh lebih lama. Sebenarnya sudah ada berapa kuno? Saya pikir paling sedikit sudah ada puluhan ribu tahun sejarahnya. Maka dalam usianya yang begitu panjang mau ditelusuri sumber asal-usulnya sungguh tidak mudah.

Setelah membaca kutipan tulisan Lao Tze tadi, mungkin banyak orang dapat berkata : Lao Tze pun belum dapat menjelaskan dengan gamblang apa itu Tao, maka banyak orang hanya bisa mengekor saja dalam setengah mengerti dan setengah tidak mengerti menerima bahwa arti Tao ya begitu saja. Lalu kita bagaimana? Bagaimana menjelaskannya?

Kita semua sejak menerima Tao Ying Suk, sampai sekarang paling sedikit sudah ada sekian tahun dan beberapa diantaranya sudah mendapatkan Huang Ie, tidak bedakan tingkat 1 atau tingkat 2, saya anggap itu semua termasuk Taois yang benar.

Saya ingin bertanya kembali, setiap saudara seperguruan Tao seandainya berani bertanya kepada diri sendiri dengan jujur, telah berbuat apa untuk Tao dalam sekian tahun yang telah dilewati, tanyakan dengan lebih mendalam. Apa yang telah dilakukan untuk Thay Sang Men-Xiao Yao Phay?

Perguruan kita makin lama semakin menjadi besar, begitu banyak saudara seperguruan ini bagaimana cara mendidik mereka, bagaimana merangkul mereka, siap yang harus menggerakkan mereka, siapa yang harus maju mengkoordinir? Apakah mungkin tetap saja sama seperti dahulu, begitu saja semua masing-masing bertindak sendiri-sendiri, bersikap acuh tak acuh, mau sampai kapan? Keadaan bagaikan musim kadang panas kadang dingin. Dikatakan berkembang tidak, dikatakan meredup juga tidak, selanjutnya bagaimana? Kalau kamu dapat menjawab hal ini berarti kamu telah menetapkan vonis pada hatimu sendiri.

Mungkin kamu sibuk dengan banyak problem, banyak yang ingin dikatakan tapi tidak dapat diucapkan. Saya menganggap tiada masalah, karena kamu tak henti-hentinya tetap belajar ‘Tao’ dan sedang siu lien, sebab masih boleh dimulai esok bergegas bertindak lebih cepat.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply