George_Horrobin_letters_s1_sKalau mau menelusuri sejarah manusia, mungkin tiada satu bangsa pun yang memiliki sumber paling akurat. Semuanya adalah hanya cerita yang jauh dari pada apa yang dapat kita ketahui. Sejarah itu juga diketahui hanya setelah orang mencatat dan dapat menyalin buku menuliskannya, itupun hanya sekelumit bagai di permukaan kulitnya saja.

Kita ambil contoh suku Hua, dikatakan bangsa yang memiliki sejarah paling kuno. Tapi ada sampai seberapa kuno? Ada yang mengatakan paling sedikit sudah ada diatas 5000 tahun sejarahnya. Kalau mau dipertanyakan lagi, benar tepatnya menurut kalender, lagi-lagi tidak tahu mau dikatakan dari mana, terakhir juga ketemu dengan jalan buntu lagi.

Bangsa Tionghoa memiliki sejarah yang panjang dan lama, tak putus-putusnya mengejar dan ke depan mengalami berbagai macam perubahan. Tetapi masih tetap hidup dengan kokoh demikian adanya. Dengan cara dan sistem apakah yang dipakai sehingga tetap kokoh dan tidak musnah? Pasti ada syarat atau cara yang khusus, yaitu kebudayaan Bangsa Tionghoa yang sangat tinggi.

Kebudayaan apakah itu? Kita dapat mengatakan kebudayaan yang ‘Tinggi tak dapat diduga, dalam tak dapat diukur’, yaitu kebudayaan Tao Ciao. Kalau begitu mungkin ada banyak orang ingin bertanya, apakah yang disebut kebudayaan Tao Ciao?

Didalam kelompok orang Tionghoa yang sangat begitu banyak, yang dapat menerangkan dengan jelas hanya ada beberapa orang saja. Beberapa orang itupun belum dapat menerangkan dengan jelas, jika ini dianggap menggambarkan ketidaktahuan mereka tentang sistem kebudayaan ini, juga tidak seperti itu adanya. Oleh karena itu, boleh kita katakan sebegitu banyak orang dalam kondisi setengah tahu dan tidak, tetap terus hidup dalam kebudayaan itu.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply