Saya punya seorang teman baik, dia sering melakukan perbuatan amal seperti memberi pakaian bekas pada anak yatim piatu, mengunjungi panti jompo, atau memberikan bantuan makanan dan uang kepada korban-korban bencana alam. Namun biasanya, dia beramal ini dan itu didasari pemikiran dan doa agar dia menjadi lebih kaya, karirnya tambah maju, ataupun dagangannya laris. Apakah itu masih tergolong berbuat amal/kungtek?

Berbuat amal/kungkek dianjurkan oleh semua agama yang ada di muka bumi ini. Perbuatan amal/kungtek bisa bermacam-macam caranya. Bagi yang mempunyai uang yang berlebih bisa berbentuk materi ataupun materi yang dibelikan barang seperti makanan atau kebutuhan sehari-hari. Yang mempunyai tenaga bisa menyumbangkan tenaganya untuk membantu melakukan kegiatan sosial. Yang mempunyai pikiran bisa membantu dengan pikiran-pikirannya yang bagus. Bahkan yang hanya bisa berdoa menyumbangkan doanya pun boleh-boleh saja namun dengan hati yang tulus.

Segala cara bisa kita lakukan untukmelakukan perbuatan amal, tidak terbatas hanya materi. Keempat hal yaitu materi, pikiran, tenaga dan doa digabungkan menjadi suatu hal yang luar biasa. Tanpa salah satu dari keempat hal tersebut suatu perbuatan amal untuk menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan tidak akan berjalan.

Kalau seseorang membantu mendoakan orang yang telah meninggal, kemudian dia mendapatkan bayaran atau bahkan kadang ada tarifnya, apakah itu kungtek? Rasanya bukan, itu adalah profesi!

Kemudian, apabila seseorang diundang untuk memberikan wejangan rohani, meminta fasilitas hotel mewah dan setelah itu pulangnya diberikan amplop yang berisi ‘dolar’, apakah itu kungtek? Itu juga profesi!

Bagaimanakah kungtek yang benar-benar murni?Kungtek adalah tanpa embel-embel dibaliknya. Istilah yang saya pakai adalah “Fire and Forget”, atau kira-kira bahasa lainnya adalah “Buang dan Lupakan” atau “Lakukan dan Lupakan”. Kungtek timbul secara spontan dari dalam hati, kemudian secara spontan pula melakukannya dan setelah itu tidak merasa telah berbuat amal.

Misalnya, dijalan ada seorang nenek tua yang ingin menyeberang, kita papah dia untuk menyeberang dan kemudian lupakan. Jangan setelah kita papah menyeberangi jalan lantas kita berpikir,”Aku sudah melakukan perbuatan baik, mudah-mudahan rejekiku lancar”. Teman kita terkena musibah dan masuk rumah sakit, kita memberikan bantuan materi dan doa secara spontan, setelah itu lupakan perbuatan baik itu.

Organisasi tempat kita bernaung membutuhkan tenaga kita, apapun kita kerjakan dengan hati senang dan tanpa beban, setelah selesai lupakan.telah berbuat.

Fire and Forget, itulah kungtek yang dihitung.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply