formula-1-2006

Perbaikilah ‘teknologi’, ‘engine’ dan ‘aerodinamika’ kita sehingga ‘mobil’ Siu Tao kita bisa menjadi lebih cepat agar dapat menyusul mereka-mereka yang sudah berada di depan untuk bersama-sama mencapai garis akhir yaitu Cen San Mei.

Dalam dunia balap Formula One (F1) adalah satu istilah yang disebut ‘Back Maker’. Arti dari istilah ini adalah pembalap yang masih berada di urutan-urutan akhir pada waktu balapan tersebut. Pembalap yang berada diurutan paling depan kadang kala dikarenakan mempunyai mobil yang lebih cepat dan skill yang lebih baik bisa menyusul pembalap ‘Back Maker’ tersebut, sehingga pembalap ‘Back Maker’ tersebut tertinggal satu putaran dari pemimpin lomba. 

Yang menjadi persoalan adalah ketika pembalap yang berada di urutan paling depan ingin menyalip atau melewati pembalap ‘Back Maker’ yang ketinggalan tersebut harus diberi jalan. Dalam dunia olahraga, sifat-sifat sportivitas sangat dijunjung tinggi, sehingga pembalap ‘Back Maker’ tersebut wajib memberi jalan kepada pembalap yang lebih cepat untuk melewatinya. Pembalap ‘Back Maker’ tidak boleh menghalang-halangi pemimpin lomba tersebut. Akan ada sanksi apabila pembalap ‘Back Maker’ dengan sengaja menghalang-halangi laju kendaraan yang lebih cepat.

Bila pembalap yang terbelakang atau ‘Back Maker’ tersebut wajib memberi jalan bagi pemimpin lomba yang bisa menyusulnya, lain halnya apabila diantara pembalap yang mempunyai kecepatan yang hampir sama memperebutkan posisi maka tidak perlu saling mengalah. Tetapi bila dalam memperebutkan posisi, rasanya kecepatan mobil seorang pembalap kalah dibanding pesaingnya, maka dia pun tidak boleh dengan sengaja menghalang-halangi pembalap lain yang mampu melewatinya.

Dalam ‘dunia’ Siu Tao, kiranya kita perlu mencontoh sifat-sifat sportivitas yang ditunjukkan dalam bidang olahraga, seperti yang dilakukan oleh pembalap ‘Back Maker’ dalam dunia balap Formula One.

Kita yang lebih lambat dalam kemajuan Siu Tao tidak boleh menghalang-halangi orang yang lebih cepat maju dalam Siu Taonya. Kita wajib memberi jalan kepada mereka yang bisa mendahului kita dan mencoba mengkaji bagaimana orang tersebut bisa lebih maju dari kita sehingga kita bisa ambil keunggulannya dan kita terapkan agar ‘mobil’ Siu Tao kita bisa lebih cepat lajunya.

Tidak boleh ada rasa iri hati, dengki, sirik, dan perasaan negatif lainnya melihat kemajuan orang lain. Apalagi dengan menghalang-halangi orang lain untuk melewati kita walaupun masa Siu Tao kita lebih lama dari orang tersebut. Yang penting nilai-nilai sportivitas perlu kita kembangkan pula dalam Siu Tao kita. Kita berusaha ‘mencuri’ informasi mengenai ‘teknologi’ apa yang dipakai pada ‘mesin’ Siu Tao mereka sehingga laju ‘mobil’ Siu Taonya begitu cepat.

Jangan pula selain menjadi penghalang bagi orang lain, kita menjadi beban pula bagi TSM-XYP kita. Laju TSM-XYP yang begitu cepat jangan kita perlambat dengan beban-beban yang sengaja kita ‘gantungi’ dibelakangnya. Perbaikilah ‘teknologi’, ‘engine’ dan ‘aerodinamika’ kita sehingga ‘mobil’ Siu Tao kita bisa menjadi lebih cepat agar dapat menyusul mereka-mereka yang sudah berada di depan untuk bersama-sama mencapai garis akhir yaitu Cen San Mei.

 

  • Share/Bookmark

2 Responses so far.

  1. sanman89 says:

    Saya mengerti dengan tulisan ini. Terutama paragraf 5-6.
    Meski saya hanya penganut Tao pasif saja, tapi dengan membaca berbagai ceramah, kayak tulisan bro ini, saya menjadi lebih mengerti tentang apa Tao itu.

  2. Editor says:

    Tq bro buat commentnya, kalo gitu jangan tunda lagi bro menjadi seorang TaoYu karena waktu yang berlalu tidak dapat kembali.
    So, semakin pendek waktu untuk Siu Tao jika dibiarkan hari semakin berlalu.

Leave a Reply