sunday driverArti sebenarnya dari istilah Sunday Driver adalah seseorang yang baru belajar mengemudikan suatu kendaraan bermotor terutama mobil di setiap hari minggu. Asumsi hari minggu disini diartikan adalah hari libur bagi semua orang yang mana jalan-jalan tidak banyak dilalui kendaraan sehingga orang yang baru belajar mobil dapat mengendarai mobilnya dengan resiko minimum menabrak mobil orang lain.

Namun kalau saya perhatikan saat ini, bukan pada hari minggu saja orang mengendarai kendaraannya seperti seorang ‘Sunday Driver’. Kebanyakan pengendara baik itu motor, mobil, truk pengangkut barang, bis kota, angkot membawa kendaraan mereka layaknya seorang ‘Sunday Driver’.

Kalau seorang Sunday Driver pada saat belajar mengendarai kendaraannya kadang ke kiri kadang ke kanan layaknya orang mabok, selonong sana selonong sini, kadang berhenti mendadak itu sangat wajar karena mereka sedang belajar, pada hari minggu pula makanya mereka disebut Sunday Driver.

Tapi, setiap hari saya lihat orang-orang membawa kendaraannya selonong sana selonong sini seenaknya seperti orang mabok, kemudian potong kanan potong kiri semaunya, lampu merah tidak lagi dihiraukan, seakan-akan jalan raya bukan lagi jalan umum milik siapa saja namun sudah seperti milik mereka sendiri.

Sifat ego merekalah yang membuat mereka tidak menghiraukan lagi hak-hak orang lain.

Egoisme merupakan suatu sifat yang hampir menguasai seluruh kehidupan manusia saat ini. Orang tidak lagi memikirkan hak orang lain, mereka hanya mementingkan kepentingan sendiri, kelompoknya sendiri, kalau perlu segala cara digunakan untuk mencapai kepentingan itu.

Yang lebih ironis, mereka tidak perduli walaupun mereka sadar bahwa mereka telah bersifat egois. Mereka hanya pura-pura bodoh dan acuh tak acuh. Dimanakah hati nurani mereka? Sifat egois telah menguasai hati nuraninya.

Mengalahkan ego adalah suatu proses merevisi diri yang tidak gampang, karena mengalahkan ego adalah mengalahkan diri sendiri dan membuat orang lain menang, itu yang kadang tidak bisa diterima oleh hati kecil kita.

Kita selalu mau berada dipihak yang menang bukan dipihak yang kalah, namun kalau kita mengalah untuk kepentingan bersama yang lebih besar disitulah nilai diri kita yang sebenarnya.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply