fashdesignkitTata busana atau cara berpakaian ada ilmunya malah sampai ada sekolahnya,  disana dipelajari bagaimana caranya memadukan pakaian  agar pantas dilihat dari bagian atas sampai bagian bawah maupun aksesoris yang perlu untuk mendukung penampilan kita.

Dari dasar pengetahuan berpakaian yang paling dasar yang telah kita pelajari maupun diajari sejak kita kecil sampai dewasa ini, kita sudah tahu bahwa kalau disekolah kita memakai seragam sekolah, dirumah kita memakai pakaian rumah yang kadang-kadang ala kadarnya, jalan-jalan ada pakaiannya sendiri, tidurpun punya pakaian sendiri. Pengetahuan umum seperti ini tidak diperlukan gelar dalam bidang busana yang harus kita dapat dengan susah payah di bangku sekolah atau kuliah.

Namun yang ingin saya tanyakan, pakaian apa yang harus kita kenakan bila kita ingin sembahyang di kelenteng Tao kita?

Saya sering melihat ada orang yang pakai baju tidur (mungkin karena mereka sudah pengen tidur namun keinget mau sembahyang namun lupa ganti baju?), ada juga yang pakai celana pendek dan baju tangan buntung, ada pula wanita yang berpakaian cukup seksi berupa rok pendek dan tank top yang memperlihatkan ketiaknya.

Saya jadi bingung dan heran, apakah sedemikian rendah pengetahuan berpakaian mereka sehingga tidak tahu dan bingung harus berpakaian apa bila sembahyang dikelenteng?

Padahal seperti yang telah saya uraikan diatas bahwa secara tidak langsung dari kecil hingga dewasa kita telah diajarkan cara yang pantas dan tepat berpakaian walaupun tidak didapat secara khusus bila mengambil jurusan tata busana.

Namun setidak-tidaknya kita mengerti dan paham harus berpakaian apa sesuai dengan tempatnya.

Rasanya tidak ada dari sebagian besar kita yang mau berpakaian tidur bila ke mall?Ataupun pakai celana pendek dan baju tangan buntung bila berkunjung kerumah bos kita?Atau bahkan pakai rok pendek atau baju tank top ke istana Negara bertemu Presiden kita? Rasanya tidak ada.

Dalam kitab suci Thay Sang Lauw Cin dikatakan Kelenteng adalah pos-pos jalannya dewa/dewi, berarti bila kita berkunjung disana kita sedang berkunjung kerumah/pos para dewa-dewi.

Apakah mal, rumah bos, bahkan Istana Presiden lebih tinggi derajatnya dari rumah dewa-dewi?

Pantaskah kita memakai baju tidur, celana pendek baju tangan buntung, rok mini baju tank top bila kita berkunjung ke rumah dewa-dewi?

Apalagi kita berkunjung kesana dalam rangka memohon dan meminta sesuatu?

Dewa-dewi kita maha agung dan mulia yang tidak memandang pakaian yang kita kenakan, namun dimana rasa hormat dan sopan kita bila berpakaian yang tidak sepantasnya?

Alangkah baiknya kita bisa menggunakan wu sehingga kita dapat membedakan mana baik mana yang tidak baik, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas.

Tidak perlu pula sampai berpakaian yang terlalu wah layaknya kita ingin pergi ke tempat pesta, cukup berpakaian yang rapi dan sopan tentu para dewa-dewi akan lebih senang melihat kita dan memberikan berkah yang lebih berlimpah.

Dengan demikian, setiap kali kita ingin ke Taokwan maupun kelenteng kita bisa bertanya pada diri kita sudah pantaskah pakaian kita?.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply