0d2b86f89b4d056d81fbe8ec737757e5Pepatah JIA JIA YOU BEN NAN NIAN DE JING yang artinya Dalam setiap keluarga ada sebuah kitab yang sulit sekali dibaca.

Arti luasnya adalah dalam memberikan sebuah nasehat kepada seseorang yang datang bertanya tentang masalah keluarganya apalagi tidak bertanya, harus secara bijak menyikapinya.

Begini ceritanya :

Sekitar 30 tahun yang lalu, Heri dan Jeni adalah sepasang kekasih yang saling mencinta dan sudah sepakat untuk menikah. Mereka cocok satu sama lain, apalagi Jeni termasuk wanita yang cantik dan Heri pun tak kalah ganteng. Pribadi mereka pun tak jauh beda, mereka sama-sama mempunyai hati yang baik, sama-sama suka membantu orang yang sedang kesusahan.

Suatu waktu, Heri mengajak Jeni ke acara pertemuan keluarga besar Heri dengan maksud ingin memperkenalkan Jeni kepada anggota keluarga besar lainnya.

Pertemuan itu berlangsung meriah dengan senda gurau dan canda tawa, Jeni termasuk wanita yang supel sehingga cepat akrab dengan anggota keluarga Heri baik itu yang tua maupun muda. Betapa bahagianya Heri, karena rasanya semua anggota keluarga besarnya menyukai dan menerima Jeni. Maka semakin mantaplah Heri ingin meminang Jeni sebagai istrinya.

Beberapa hari setelah pertemuan itu, tante dari Heri mendatangi mama Heri dirumahnya. Setelah ngobrol sana sini, tercetuslah suatu perkataan mengenai Jeni. Tante Heri mengatakan kepada Mamanya Heri bahwa raut muka Jeni kurang bagus, muka jenis begitu katanya nanti akan ‘memakan’ suami, nanti umur Heri tidak akan panjang. Perkataan ini menjadi buah pikiran mama Heri terus menerus, dia jadi kuatir akan nasib Heri anaknya. Dia takut perkataan itu akan menjadi kenyataan dan umur anaknya tidak akan panjang bila menikah dengan Jeni.

Suatu malam sepulang dari kerja dari kerja, Heri menghampiri papa dan mamanya untuk mengutarakan niatnya melamar Jeni menjadi istrinya secepatnya. Namun, baru Heri selesai bicara, mamanya langsung menolak mentah-mentah niat tersebut. Heri bingung tidak kepalang, kenapa hal itu bisa terjadi? Bukannya, sebelumnya mamanya mau menerima Jeni bahkan seluruh keluarga besarnya juga menyukai Jeni.

Sejak itu mama Heri selalu menentang bila Heri ingin mengajak Jeni datang kerumah ataupun mengajak untuk pergi bersama tanpa mau mengutarakan alasan yang sebenarnya.

Singkat cerita, lambat laun akhirnya cinta Heri dan Jeni kandas tanpa alasan yang jelas. Sejak itu pula Heri tidak mau lagi berkenalan dengan seorang wanita pun sampai detik ini walaupun banyak wanita yang ingin menjadi istrinya. Sedangkan Jeni, dengan hati yang terluka melanjutkan hidupnya. Dengan paras yang cantik dan hati yang baik, tentu tidak susah buat Heni akhirnya menemukan seorang lelaki lain yang menjadi suaminya hingga kini.

Ternyata, hidup Heni dan suaminya beserta kedua anak mereka yang sudah mulai menginjak dewasa baik-baik saja. Mereka keluarga yang sangat bahagia, bahkan hoki suaminya bertambah baik setelah mereka menikah, alih-alih tidak panjang umur.

Sedangkan Heri yang sudah tua, saat ini hidup menyendiri di sebuah apartemen kecil tanpa seorang pendamping untuk sisa hidupnya.

Mama Heri sebelum meninggal beberapa tahun yang lalu sangat menyesal telah mendengarkan perkataan tante Heri itu dan membuat anaknya sampai menjadi seperti hari ini.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply