Copyrighted_Image_Reuse_Prohibited_53538Dalam memberikan sebuah nasehat terhadap masalah keluarga seseorang, kita harus benar-benar bijak dan mengerti persoalan yang terjadi, bahkan kalau perlu menolak dengan halus mencampuri urusan keluarga orang lain karena akibatnya bisa sangat fatal. Apalagi tanpa dimintai nasehat, kita berlagak sok pintar dan memberikan nasehat dan perkataan yang bisa merubah hidup seseorang.

Begini ceritanya :

Setelah berpacaran sekitar 3 tahun, akhirnya Joni dan Desi menikah. Mereka sangat senang sekali karena dapat mewujudkan keinginan mereka walaupun mama dari Joni pada awalnya kurang menyetujui hubungan mereka.

Tak lama setelah menikah mereka mendapat kabar gembira bahwa Desi hamil. Betapa bahagianya mereka, begitu pula papa mama Desi yang akan mendapatkan cucu pertamanya. Tak ketinggalan mama Joni pun ikut gembira karena akan mendapatkan cucu.

Singkat cerita, Desi akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan. Semua menyambut gembira, namun ada sedikit kekecewaan di hati mama Joni karena bukan mendapatkan cucu lelaki. Tapi, setelah melihat cucu perempuannya yang lucu, kekecewaannya sedikit terobati.

Joni dan Desi memulai hidup mereka bertiga dengan membuka sebuah toko yang menjual alat-alat teknik di sebuah perumahan di Tangerang. Toko mereka tidak begitu ramai, mungkin karena baru buka beberapa bulan. Untuk membantu keuangan keluarga, akhirnya Joni hilir mudik antara Tangerang dan Bengkulu, tempat orang tua Joni tinggal. Orang tua Joni juga membuka toko alat teknik di Bengkulu sehingga Joni pun diminta ikut membantu usaha keluarganya.

Bila Joni sedang ke Bengkulu, Desi dan bayi perempuan mereka ditinggal berdua di Tangerang. Karena kasihan melihat mereka berdua, mama Desi pun tinggal di rumah Desi untuk membantu anaknya.

Kalau Joni kembali ke Tangerang, mama Desi pun kembali kerumahnya sendiri di Jakarta. Begitu seterusnya sampai anak perempuan Joni dan Desi sudah berumur 1 tahun lebih.

Suatu waktu, Joni pergi ke Bengkulu sudah hampir 1 bulan dan tidak memberi kabar. Desi berusaha menghubungi Joni walaupun susah, padahal biasanya Joni sering menghubunginya untuk menanyakan perihal anak mereka. Namun kali ini sudah sebulan lebih Joni tidak memberi kabar.

Rupanya, di Bengkulu sana, atas masukan dari kakak ipar perempuan Joni yang mengatakan bahwa istri Joni tidak bawa hoki apalagi anak yang dilahirkan perempuan bukan lelaki penerus keluarga, mama Joni mulai timbul kembali kekecewaannya dan ketidaksenangannya terhadap Desi.

Joni pun dihalang-halangi untuk kembali ke Tangerang, ada saja alasan dari mamanya. Namun, suatu hari setelah mendapatkan kabar bahwa Desi hamil lagi, Joni segera kembali ke Tangerang untuk menemui istrinya dan mama Joni tidak bisa menghalanginya. Keluarga mereka pun kembali utuh sambil menunggu kelahiran anak kedua mereka.

Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, setelah mengetahui anak yang dikandung Desi adalah bayi perempuan lagi melalui USG, Joni pun kembali kecewa. Beberapa hari setelahnya, Joni pun kembali pergi ke Bengkulu dan tidak memberi kabar apapun.

Desi yang sedang hamil 5 bulan hanya ditemani oleh mamanya yang sudah cukup tua. Dia mesti menghidupi anaknya dengan perut yang semakin membesar. Karena kelelahan, Desi mengalami pendarahan dan harus masuk rumah sakit, untung anak yang sedang dikandungnya tidak apa-apa.

Selama Desi di rumah sakit, mama Desi mesti mengurusi cucu perempuannya dan mondar-mandir menjenguk Desi setiap hari selama 2 minggu berturut-turut. Belum lagi mengurusi rumah dan memasak buat Desi, karena mereka tidak mempunyai pembantu.

Suatu hari, sewaktu akan menjenguk Desi di rumah sakit, mama Desi terjatuh di perjalanan, mungkin karena terlalu capek dengan usianya yang sudah tua. Dia tak sadarkan diri sampai akhirnya meninggal dunia.

Betapa sedih Desi, hidupnya yang sudah menderita kini harus ditinggal pula oleh mamanya yang biasanya menemaninya melewati hari-hari.

Kini, seorang diri dia harus merawat anak perempuannya dengan perut yang semakin membesar, belum lagi mesti mencari nafkah untuk kehidupan mereka.

Dari cerita tersebut, kita kiranya bisa memetik suatu pelajaran bahwa perkataan kita bisa mengakibatkan hidup seseorang hancur lebur berantakan. Akibat perkataan dari kakak ipar perempuan Joni yang menghasut mama Joni membuat sebuah keluarga yang awalnya bahagia menjadi malapetaka. Semoga bermanfaat

  • Share/Bookmark

Leave a Reply