images34Pagi ini, di perjalanan menuju tempat kerja, di depan mobil saya tiba-tiba sebuah truk pengangkut barang berhenti mendadak. Untung mobil saya tidak terlalu dekat sehingga dapat saya hentikan sebelum dekat.

Ternyata di depannya tergeletak seorang pengendara motor yang masih kanak-kanak berusia sekitar 10 tahunan. Terus terang, bila melihat seorang anak yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor saya sangat prihatin karena orang tua mereka tidak memikirkan bahaya yang mengintai anak mereka setiap saat.

Motor tersebut menimpa si anak, dia berusaha bangkit namun beratnya motor tidak sepadan dengan tubuhnya. Akhirnya dia dibantu oleh kernet dari mobil truk tadi. Di pinggir jalan berdiri dua orang anak yang lebih besar dari anak yang terjatuh tersebut. Rupanya mereka adalah teman yang di bonceng oleh anak itu yang bisa bangkit pada saat motor terjatuh. Kedua temannya tersebut hanya melihat si teman yang tergeletak tertimpa motor tanpa berusaha menolong temannya itu. Teman sejatikah mereka?

Di jaman modern ini, nilai-nilai pertemanan sudah terlalu memudar. Sangat sulit menemukan seorang teman sejati. Teman yang ada disaat kita butuhkan, teman yang mau mendengarkan keluh kesah kita, teman yang mau membantu bila kita sedang membutuhkan pertolongan. Saat kita menawarkan kesenangan, mereka tanpa diminta pun akan segera datang, sedangkan saat kita sedang dirundung duka mereka menghilang, itu bukan teman sejati. Kata pepatah, ada gula ada semut.

Dalam hidup kita, tidak banyak yang mempunyai teman sejati. Kalaupun ada mungkin bisa dihitung dengan jari. Bila Anda termasuk yang mempunyai teman sejati, berbahagialah Anda, jangan lupakan mereka.

Peliharalah komunikasi dengan mereka karena ketulusanlah yang melandasi pertemanan itu. Jangan biarkan mereka semakin menghilang dari ‘radar’ pertemanan Anda walaupun sesibuk apapun Anda.

Luangkanlah waktu untuk sekedar menyapa mereka agar mereka tahu bahwa Anda masih teman sejati mereka.

  • Share/Bookmark

2 Responses so far.

  1. Tjing Wen says:

    Wew…artikel yg bagus Bro !!!

  2. Editor says:

    Bro Tjingwen ini bisa aja mujinya, saya hanya menulis apa yang saya lihat hehehe

Leave a Reply