imagescarwashSuatu sore menjelang malam, saya punya waktu sekitar satu setengah jam sebelum waktunya menjemput istri untuk makan malam.

Iseng-iseng kebetulan lewat di depan sebuah tempat car wash (jasa pencucian mobil), saya lihat neon box iklan yang tertera : cuci mobil full snow Rp. 10.000, wah cukup murah nih walaupun hanya body luar saja yang dicuci.

Kebetulan mobil saya sudah sekitar seminggu lebih tidak sempat di ‘belai’ dikarenakan saya sedang libur ke luar kota, debu-debu dan kotoran yang menempel sudah cukup tebal.

Saya lihat antrian mobil hanya dua, sedang empat mobil lainnya telah selesai dicuci tinggal di keringkan dan di vacuum.

Paling gak lama lagi giliran saya, apalagi car wash ini adalah system cepat bukan yang memakai hidrolik untuk mengangkat badan mobil untuk dicuci bagian bawahnya yang biasanya memakan waktu lebih lama.

Saya hanya ingin agar body luar mobil saya saja bersih mengingat waktu yang agak terbatas.

Maka, masuklah saya dalam antrian. Tidak lama kemudian dua mobil yang antri didepan saya salah satunya sudah dipersilahkan maju.

Wah, lumayan cepat juga nih, satu lagi giliran saya”, batin saya.

Benar juga dugaan saya, tak lama mobil yang satu lagi juga dipersilakan maju, berikutnya giliran mobil saya.

Satu menit, lima menit, sepuluh menit, lima belas menit, giliran saya gak sampe-sampe. Saya liat dua mobil yang mendapat giliran sebelum saya pun tidak di sentuh-sentuh, kapan giliran saya kalo begitu. Saya mencoba menenangkan diri dan bersabar, mungkin sebentar lagi.

Namun setelah lebih dari setengah jam pun, dua mobil tersebut belum juga mulai dicuci. Bahkan mobil lainnya yang hanya di keringkan dan di vacuum pun belum ada yang selesai.

Saya sudah mulai jengkel, mau saya tinggal sudah kepalang tanggung nunggu sekian lama.

Hampir sejam kemudian dua mobil didepan antrian saya salah satu nya baru mulai diguyur dengan air. Kira-kira satu setengah jam saya menunggu akhirnya giliran mobil saya dipersilahkan maju. Benar-benar menjengkelkan mengingat waktu yang terbuang.

Setelah saya amati, ternyata pekerja-pekerja yang tadinya cepat dalam bekerja itu sebagian sudah selesai masa tugasnya sehingga tinggal beberapa orang yang sama-sama lebih malas dan kurang disiplin dalam menjalankan tugasnya. Mereka sedari tadi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk jalan kesana kemari tanpa tujuan, mengobrol dan bersenda gurau dengan sesamanya tanpa memikirkan konsumen-konsumen yang telah menunggu sedemikian lama.

Dalam hidup ini, antara orang-orang yang lebih rajin dan disiplin dalam bekerja tentu akan mendapatkan hasil yang lebih daripada mereka yang malas dan tidak disiplin.

Seperti contoh diatas, karyawan yang lebih rajin dan semangat kerja yang tinggi tentu lebih disenangi oleh atasan, mereka mendapat insentif yang lebih banyak dari hasil mencuci mobil yang lebih banyak dalam rentang waktu yang sama dibanding mereka yang malas dan lambat dalam bekerja.

Konsumen pun akan dengan senang hati memberikan bonus terhadap pelayanan yang lebih cepat dan bagus karena waktu mereka tidak terbuang karena menunggu.

Dalam era globalisasi ini, orang-orang yang bekerja dengan lebih cepat, disiplin namun dengan hasil yang memuaskan akan menang dalam persaingan yang demikian ketat ini.

Apalagi sebagai orang yang siutao, kita harus mempunyai nilai-nilai diri yang lebih unggul dari orang lain.

Setelah sekian lama mobil saya di ‘belai’ dengan guyuran busa salju (snow wash, islitah kerennya), saya diharuskan membayar Rp. 14.000 untuk jasa tersebut bukan Rp. 10.000 seperti yang tertera di papan iklan mereka, benar-benar menjengkelkan.

Salam Tao

  • Share/Bookmark

Leave a Reply