CAWVUTO7“ Selepas menyelesaikan studi dari salah satu universitas terkemuka di Jakarta dengan nilai yang termasuk baik, Jon belumlah mendapatkan suatu pekerjaan yang dia dambakan. Padahal sudah cukup banyak surat lamaran kerja yang dia kirim ke berbagai lowongan yang tersedia baik melalui koran, internet, bahkan berita-berita lowongan dari keluarga dan temannya. Jon pun telah menurunkan standard kriteria pekerjaan yang dia inginkan, walaupun menyandang gelar sarjana teknik komputer namun dia pun rela bila mendapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan dan keahliannya. Yang penting bisa kerja”, batinnya.

Tak lupa Jon sering sembahyang dan memohon kepada dewa dewi agar dibantu untuk segera mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya, namun belum berhasil juga.

Setelah menunggu hampir setahun, akhirnya ada pekerjaan yang ditawarkan kepadanya yaitu menjadi marketing produk minuman kesehatan. Betapa senang Jon menjalani hari-hari pertamanya bekerja. Beberapa bulan berlalu, beban pekerjaan yang berat membuat Jon mulai goyah apalagi bidang itu bukanlah bidang yang diharapkannya. Jon mulai menggerutu “Pekerjaan apa ini, masa aku yang ahli komputer disuruh jualan minuman kesehatan?”. Dewa-dewi pun tak luput dari ungkapan kekecewaannya yang tidak mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan”.

Dalam kehidupan di sekitar kita, ilustrasi diatas pernah kita jumpai terjadi pada saudara kita, teman kita atau bahkan kita sendiri.

Kita terlalu sering menuntut apa yang kita inginkan namun kita sering lupa untuk bersyukur terhadap apa yang telah kita peroleh.

Yang kita perduli adalah keinginan-keinginan yang ingin kita capai dan dapatkan, apabila suatu keinginan tidak tercapai kita mulai mencoba mencari kesalahan apa yang terjadi.

Jarang bila seseorang seperti Jon merasa bersyukur terhadap apa yang telah dia peroleh dalam hidupnya.

Dia tidak mencoba berpikir, bila bukan dewa-dewi yang membantu mungkin dia belum mendapatkan pekerjaan yang dia harapkan walaupun pekerjaan itu bukanlah pekerjaan yang dia idamkan namun setidak-tidaknya dia mendapatkan penghasilan dari pekerjaan itu untuk kehidupannya.

Kadang hal seperti yang Jon alami juga terjadi pada kita walaupun dalam bentuk yang lain. Kita bersembahyang dan berdoa kepada dewa-dewi memohon dikabulkan keinginan-keinginan kita tetapi setelah keinginan tersebut tercapai kita masih merasa kurang puas, alih-alih bersyukur keinginan kita telah dikabulkan oleh dewa-dewi.

Begitu seterusnya dan seterusnya.

Alangkah baiknya bila disaat mata kita terbuka di pagi hari, kita ucapkan syukur dan terima kasih kepada Maha Dewa, Dewa-Dewi atas berkahnya walaupun disaat kta sedang tertimpa kemalangan.

Positif lah dalam berpikir, mungkin kalau tidak di bantu oleh Dewa-Dewi, kita akan mendapatkan kemalangan atau musibah yang lebih berat lagi.

Mudah-mudahan dengan mengerti arti berkah yang diberikan dan bersyukur atas apa yang kita capai sampai saat ini, Dewa-Dewi akan memberikan berkah yang lebih berlimpah.

Hoki besar ditambahkan, hoki kecil dibesarkan, masalah besar menjadi kecil, masalah kecil dihilangkan.

Mulailah hari kita dengan bersyukur terhadap berkah yang telah kita peroleh dan jalani kehidupan ini dengan penuh antusias tinggi untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Semoga bermanfaat.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply