<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wo Xue Dao &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://woxuedao.com/category/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://woxuedao.com</link>
	<description>Learning Tao For Better Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 15:11:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ujian Sesungguhnya Dimulai Saat Naik Huang Ie</title>
		<link>http://woxuedao.com/renungan/ujian-sesungguhnya-dimulai-saat-naik-huang-ie/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/renungan/ujian-sesungguhnya-dimulai-saat-naik-huang-ie/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 15:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkan mendengar istilah : Jadi taoyu disayang Shen Jadi HI 1 diawasi Shen Jadi HI 2 dibiarkan Shen Saat pertama kali menjadi seorang taoyu, kita mulai memasuki babak baru dalam kehidupan kita lain dari yang biasanya. Saat itu, banyak sekali kemudahan-kemudahan sampai mukzijat-mukzijat yang kita peroleh dalam menjalani kehidupan kita. Saat itu pula, kita semakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2012/01/goddes1.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-332" title="goddes1" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2012/01/goddes1-150x150.gif" alt="" width="150" height="150" /></a>Pernahkan mendengar istilah :</p>
<ol>
<li>Jadi taoyu disayang Shen</li>
<li>Jadi HI 1 diawasi Shen</li>
<li>Jadi HI 2 dibiarkan Shen</li>
</ol>
<p>Saat pertama kali menjadi seorang taoyu, kita mulai memasuki babak baru dalam kehidupan kita lain dari yang biasanya.</p>
<p>Saat itu, banyak sekali kemudahan-kemudahan sampai mukzijat-mukzijat yang kita peroleh dalam menjalani kehidupan kita. Saat itu pula, kita semakin yakin akan Tao dan mulai dengan ceria dan semangatnya menjalani dan mempromosikan Tao. Rasanya Shen begitu perduli dan sayang kepada kita. Hampir semua yang kita harapkan akan dikabulkannya.</p>
<p>Setelah beberapa tahun berjalan, tentu kita ingin menguji sampai dimana tingkat pengetahuan dan pengertian Tao kita yaitu dengan mengikuti ujian kenaikan Huang Ie tingkat 1.</p>
<p>Untuk naik tingkat, kita diuji terlebih dahulu oleh Shen, apakah kita pantas dan layak menyandang Huang Ie 1. Namun menurut saya, ujian kenaikan tingkat bukanlah ujian yang sesungguhnya. Ujian yang sesungguhnya malah saat kita telah naik tingkat.</p>
<p>Yang penulis rasakan adalah, beberapa saat setelah naik tingkat, kemudahan-kemudahan yang dulu penulis dapatkan saat baru menjadi Taoyu perlahan-lahan mulai berkurang.</p>
<p>Tidak mudah lagi memperoleh sesuatu yang kita harapkan dengan memohon kepada Shen.</p>
<p>Penuh perjuangan untuk menggapai apa yang kita inginkan.</p>
<p>Rasanya Shen menjadi begitu ‘cuek’ alias ‘cool’. Shen seperti membiarkan kita tenggelam dalam pikiran-pikiran kita sendiri. Apa yang kita lakukan rasanya seperti hanya diawasi dari jauh oleh Shen. Seperti dalam ujian sekolah, guru hanya berdiri di depan kelas mengawasi kita mengikuti ujian tanpa berkata-kata.</p>
<p>Inilah ujian yang sedang kita jalani, bukan hanya saat ujian mau naik tingkat setelah itu selesai.</p>
<p>Begitu pun saat telah menjadi Huang Ie 2, ujian sesungguhnya akan menjadi lebih berat. Pada tahap ini, Shen membiarkan kita lebih tenggelam lagi dengan pikiran-pikiran kita sendiri terutama sikap atau sifat jelek kita yang paling dominan  akan diuji lebih dalam lagi, seakan-akan kita merasa apa yang kita lakukan adalah benar. Shen seperti istilahnya dalam bahasa jawa “sak kareb mu”. Rasanya berat sekali ujian-ujian yang harus kita hadapi sebagai seorang Huang Ie.</p>
<p>Ini hanya sekedar pemikiran penulis yang masih bisa diperdebatkan apabila ada yang merasa tidak tepat.</p>
<p>Selanjutnya, masihkah berani menjadi seorang Huang Ie?Atau cukup hanya menjadi seorang Taoyu? Kalau tujuan akhir adalah minimal menjadi manusia yang naik levelnya, harusnya tidak gentar dengan ujian seberat apapun. Jiayuuu…</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/renungan/ujian-sesungguhnya-dimulai-saat-naik-huang-ie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siao Suen</title>
		<link>http://woxuedao.com/renungan/siao-sun/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/renungan/siao-sun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 07:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bakti Terhadap Orang Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Sayang Orang Tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu sikap hidup yang dijunjung tinggi dalam Agama Tao dalam kehidupan sehari-hari adalah menyayangi dan menghormati orang tua (Siao Suen). Sikap hidup ini sangatlah penting, karena kita perlu sadar bahwa yang melahirkan dan merawat kita adalah kedua orang tua kita sehingga wajib lah kita membalasnya dengan menyayangi dan menghormati orang tua kita. Bila hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><img class="alignleft size-medium wp-image-290" title="parents love" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/11/parents-love-291x300.jpg" alt="parents love" width="291" height="300" />Salah satu sikap hidup yang dijunjung tinggi dalam Agama Tao dalam kehidupan sehari-hari adalah menyayangi dan menghormati orang tua (Siao Suen).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Sikap hidup ini sangatlah penting, karena kita perlu sadar bahwa yang melahirkan dan merawat kita adalah kedua orang tua kita sehingga wajib lah kita membalasnya dengan menyayangi dan menghormati orang tua kita. Bila hal itu kita lakukan pun rasanya tidak akan membalas habis apa yang telah orang tua kita berikan kepada kita.<span id="more-289"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Kadang kala, gejolak emosi membuat kita lupa akan hal itu. Kadang aturan-aturan maupun larangan-larangan orang tua membuat kita berontak, membuat kita merasa benar dengan apa yang kita lakukan. Kadang tanpa sadar kita menyakiti perasaan orang tua kita dengan perlawanan-perlawanan yang kita lakukan. Hal tersebut wajar-wajar saja bila kita merasa menyesal setelahnya dan menyadari bahwa hal itu tidaklah patut kita lakukan. Kita masih dalam tahap Siu Tao menuju kesempurnaan, mempunyai sifat-sifat tersebut adalah wajar namun perlu di ‘Siu’ agar lambat laun hilang nantinya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Pengalaman dalam hidup mengajarkan kita banyak hal bila kita bisa mengambil hikmah pada saat kita menghadapinya. Bagi yang telah berkeluarga dan mempunyai anak, mendapatkan pelajaran hidup untuk lebih menghargai orang tua karena merekapun telah menjadi orang tua bagi anak-anaknya sehingga merasakan apa yang orang tua kita rasakan selama ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Merawat anak ternyata memerlukan kesabaran yang tidak sedikit. Merawat anak adalah juga melatih batas kesabaran kita. Pada saat itu teringatlah akan kesabaran yang orang tua kita ‘latih’ juga pada saat merawat kita dulu. Hal-hal yang kita alami dalam merawat anak kita sendiri membuat kita lebih menghargai lagi apa yang telah orang tua kita lakukan untuk merawat dan membesarkan kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Kasih orang tua terhadap kita takkan habis terbalas dan tak lekang sepanjang masa. Terima kasih Papa, terima kasih Mama…</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/renungan/siao-sun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesempatan Bagus Tidak Datang 2 Kali</title>
		<link>http://woxuedao.com/renungan/kesempatan-bagus-tidak-datang-2-kali/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/renungan/kesempatan-bagus-tidak-datang-2-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 14:26:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan Hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Hidup adalah pilihan, kalimat tersebut sempat popular beberapa waktu lalu lewat sebuah iklan politik. Memang benar, dalam hidup yang kita jalani kitalah yang membuat atau menentukan pilihan-pilihan yang akan kita lalui/jalani. Seyogyanya tidak ada seorang pun yang bisa memaksa kita untuk menempuh jalan yang bukan pilihan kita. Kadang pilihan yang kita ambil salah, namun tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-287" title="choices2" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/10/choices2-150x150.jpg" alt="choices2" width="150" height="150" />Hidup adalah pilihan, kalimat tersebut sempat popular beberapa waktu lalu lewat sebuah iklan politik. Memang benar, dalam hidup yang kita jalani kitalah yang membuat atau menentukan pilihan-pilihan yang akan kita lalui/jalani.</span><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Seyogyanya tidak ada seorang pun yang bisa memaksa kita untuk menempuh jalan yang bukan pilihan kita. Kadang pilihan yang kita ambil salah, namun tak jarang pula yang benar. Apabila pilihan yang kita ambil salah, maka jadikanlah pilihan yang salah tersebut sebagai suatu pengalaman hidup, sebagai pembelajaran hidup agar di lain waktu kita tidak akan salah menentukan pilihan kembali.</span><span style="color:#800000;"> <span id="more-284"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Namun ada kalanya suatu kesempatan hanya datang sekali dalam hidup kita. Kesempatan yang bagus harus bisa kita lihat sehingga kita tidak menyia-nyiakannya bila datang menghampiri kita. Kesempatan yang bagus sangat jarang datang 2 kali seumur hidup kita, sehingga kita harus benar-benar membuat pilihan yang tepat. Tidak jarang kesempatan bagus yang datang kita tolak tanpa kita sadari. Setelah kesempatan tersebut berlalu yang tinggal hanya penyesalan yang tiada berguna.</span><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Begitu pula kesempatan bertemu Tao dalam kehidupan ini. Tao yang Maha Besar dan Maha Agung lebih dari sekedar ‘kesempatan bagus’ dalam hidup ini. Tanpa ragu kesempatan ini harus diraih karena kesempatan bertemu Tao tidak datang 2 kali, bukan hanya dalam kehidupan sekarang ini, mungkin di kehidupan-kehidupan lain pun kesempatan ini belum tentu datang kembali.</span><span style="color:#800000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Kesempatan bagus pun jarang datang 2 kali dalam hidup, apalagi kesempatan meraih Tao yang tiada tara. Tentukan pilihanmu sekarang!</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/renungan/kesempatan-bagus-tidak-datang-2-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita Semua Bersaudara</title>
		<link>http://woxuedao.com/renungan/kita-semua-bersaudara/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/renungan/kita-semua-bersaudara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 00:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Keakraban]]></category>
		<category><![CDATA[Persaudaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertikaian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali mengenal Tao, saya menemukan suatu kehangatan, keakraban dan kekompakan yang ada dalam agama Tao. Semua seperti saudara saling membantu baik itu masalah dalam siutao maupun masalah-masalah pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu saya yakini karena kita adalah satu kesatuan, satu perguruan yaitu Perguruan Tao Thay Shang Men Xiao Yao Phai. Itulah yang membedakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-276" title="hold" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/09/hold-150x150.jpg" alt="hold" width="150" height="150" />Pertama kali mengenal Tao, saya menemukan suatu kehangatan, keakraban dan kekompakan yang ada dalam agama Tao. Semua seperti saudara saling membantu baik itu masalah dalam siutao maupun masalah-masalah pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu saya yakini karena kita adalah satu kesatuan, satu perguruan yaitu Perguruan Tao Thay Shang Men Xiao Yao Phai. Itulah yang membedakan kita, karena dalam satu perguruan kita itu telah menjadi satu keluarga besar, satu saudara perguruan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Layaknya saudara dan keluarga, kita saling hormat-menghormati, saling toleransi, saling peduli, saling membantu dan saling mengasihi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Terlintas dalam pikiran saya bahwa sebenarnya bagi kita yang siutao dalam satu perguruan Tao Thay Shang Men Xiao Yao Phai, sudah seharusnya saling mengisi satu sama lain agar masing-masing mencapai Tao nya, betapa indahnya.<span id="more-275"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Yang lebih maju dalam Taonya membantu yang masih belum mengerti, yang belum mengerti mau mengakui kekurangan dan belajar pada yang lebih maju. Hal tersebut juga harusnya berlaku pula dalam berorganisasi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Yang lebih mampu diberi kesempatan untuk memimpin, yang belum mampu diberikan kesempatan untuk belajar, sehingga semua mendapatkan pengalamannya masing-masing agar regenerasi yang baik akan tercipta. Dengan demikian roda organisasi tidak akan berhenti berputar untuk menghasilkan kader-kader Tao yang mumpuni.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Memang benar bahwa kita siutao adalah individu masing-masing, untuk kemajuan masing-masing namun tidak ada salahnya selain kemajuan kita sendiri, kita juga memikirkan kemajuan saudara-saudara seperguruan kita lainnya agar juga bisa berjalan pada jalan yang benar untuk mencapai Taonya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Memang hal yang wajar bila semakin banyak orang yang terlibat dalam suatu organisasi ataupun suatu kelompok bisa dipastikan konflik dan singgungan akan lebih banyak terjadi, itu juga sesuai dengan teori yin dan yang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Namun alangkah bijaknya bila masing-masing dari diri kita bisa menahan diri untuk tidak terlalu jauh dari garis-garis yang sudah disepakati bersama karena sekali lagi kita harus bisa sadar bahwa kita masih bersaudara.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Layaknya saudara, di dalam kita harus saling menjaga dan bila terdapat pihak luar yang mencoba merusaknya kita harus bergandengan tangan menghalaunya. Jangan sampai usaha-usaha tersebut berhasil membuat kita tercerai-berai yang malah akan membuat kita menjadi lebih lemah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Masing-masing pribadi harus mencoba untuk mengubah sikap dari “ada aku tidak ada kamu” meningkat menjadi “ada aku baru ada kamu” dan akhirnya “ada kamu baru ada aku”. Bisakah?Semoga…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Salam Tao</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/renungan/kita-semua-bersaudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JANGAN SIMPAN HUANG IE MU</title>
		<link>http://woxuedao.com/renungan/jangan-simpan-huang-ie-mu/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/renungan/jangan-simpan-huang-ie-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 11:43:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Garda Terdepan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Tao]]></category>
		<category><![CDATA[Roda Penggerak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum mendapatkan Huang Ie, sebagian besar dari kita sangat ingin sekali mencapainya. Kadang ada yang mendapatkannya dengan perjuangan yang tidak begitu berliku, namun tak jarang pula harus melalui suatu perjuangan yang sangat panjang dan penuh keuletan. Setelah mendapatkan Huang Ie, apa yang sebaiknya dilakukan? Ibarat kala kita sekolah dulu, setelah naik ke kelas yang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#486556;"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-271" title="helping_hand" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/08/helping_hand-150x150.gif" alt="helping_hand" width="150" height="150" />Sebelum mendapatkan Huang Ie, sebagian besar dari kita sangat ingin sekali mencapainya. Kadang ada yang mendapatkannya dengan perjuangan yang tidak begitu berliku, namun tak jarang pula harus melalui suatu perjuangan yang sangat panjang dan penuh keuletan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#486556;">Setelah mendapatkan Huang Ie, apa yang sebaiknya dilakukan? Ibarat kala kita sekolah dulu, setelah naik ke kelas yang lebih tinggi kita mendapatkan banyak pelajaran yang berbeda daripada kelas sebelumnya. Begitu pula dengan Huang Ie, banyak sekali rahasia  dan ilmu yang baru berhak kita ketahui dan pelajari. Banyak pula kegiatan maupun upacara-upacara yang bisa kita ikuti dan rasakan keagungannya.<span id="more-270"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#486556;">Banyak sekali ‘kurikulum’ yang wajib kita perdalam agar kita menjadi lebih mengerti dan menjadi mahir dalam melakukannya. Mungkin seluruh hidup kita pun tidak cukup untuk mempelajari dan memahaminya. Sebagai Huang Ie adalah tugas dan kewajiban kita menjadi garda terdepan dalam memajukan Tao kita. Kita harus menjadi roda penggerak bagi perkembangan Tao yang kita junjung khususnya TSM-XYP. Kalau bukan kita-kita, siapa lagi yang akan ikut bahu membahu menggerakkan roda ‘kereta’ Tao agar lajunya semakin cepat dan stabil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#486556;">Sangat disayangkan sekali bila setelah mendapatkan Huang Ie, kita sudah puas diri dan menyimpan Huang Ie kita di dalam lemari pakaian. Apalah arti Kebesaran dan Keagungan Huang Ie bila hanya tersimpan di dalam lemari tanpa digunakan untuk kepentingan bersama? Untuk kepentingan orang banyak, TaoYu-TaoYu kita? Untuk kemajuan perguruan kita? Untuk kejayaan Tao kita?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#486556;">Berpartisipasilah dalam segala kegiatan Tao yang kiranya bisa kita ikuti. Jadilah peserta ataupun pemimpin yang baik dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan untuk perkembangan dan kemajuan kita bersama. Berikan segala dukungan yang dapat kita berikan demi tegaknya ‘bendera’ kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#486556;">Bagi yang belum Huang Ie, cepat kejar Huang Ie Mu. Bagi para Huang Ie, keluarkan lagi Kebesaran dan Keagungan Huang Ie Mu, jangan sampai hanya menjadi kain kuning lusuh yang tersimpan di dalam lemari bajumu. Ayo, mari sama-sama membangun Tao sehingga menjadi yang terdepan.</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/renungan/jangan-simpan-huang-ie-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>84</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasukan Kecil Yang Solid</title>
		<link>http://woxuedao.com/renungan/pasukan-kecil-yang-solid/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/renungan/pasukan-kecil-yang-solid/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 02:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecil Solid]]></category>
		<category><![CDATA[Pasukan Berani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Film Braveheart, pasukan William dari Skotlandia yang jumlahnya sangat kecil bahkan awal mulanya dianggap remeh oleh Raja Inggris, dengan semangat yang membaja, keberanian yang kuat serta kemampuan yang tinggi, mampu mengalahkan pasukan Inggris yang banyak dan lengkap persenjataannya. Satu persatu kota-kota di Inggris dapat dikalahkan dan di rebut oleh pasukan kecil tersebut. Begitu pula [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #c13e58;"><a href="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/08/troops.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-263" title="troops" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/08/troops-300x137.png" alt="" width="300" height="137" /></a>Dalam Film Braveheart, pasukan William dari Skotlandia yang jumlahnya sangat kecil bahkan awal mulanya dianggap remeh oleh Raja Inggris, dengan semangat yang membaja, keberanian yang kuat serta kemampuan yang tinggi, mampu mengalahkan pasukan Inggris yang banyak dan lengkap persenjataannya. Satu persatu kota-kota di Inggris dapat dikalahkan dan di rebut oleh pasukan kecil tersebut.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #c13e58;">Begitu pula cerita dalam Film yang berjudul ‘Troy’, pasukan yang dipimpin oleh Achilles yang sangat setia padanya dengan jumlah yang kecil namun solid dan berdaya juang tinggi dapat menjadi motor penggerak penyerangan pasukan Yunani untuk memporak-porandakan Kerajaan Troy yang sangat kuat.<span id="more-262"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #c13e58;">Cerita-cerita semacam itu dapat menginspirasi kita bahwa walaupun sebuah pasukan/kelompok yang jumlahnya lebih kecil namun solid dan mempunyai skill dan strategi yang lebih baik dapat mengalahkan pasukan yang jumlahnya lebih besar dan senjata yang lebih lengkap.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #c13e58;">Begitu pula ‘Pasukan’ TSM-XYP kita yang jumlahnya kecil, harus diperkuat dengan semangat juang yang tinggi, tekad membaja, skill yang lengkap, persatuan yang kokoh, pertahanan yang solid dan strategi yang tepat akan dapat melewati rintangan-rintangan yagn menghadang. Sehingga semakin lama ‘Pasukan’ yang kecil akan menjadi lebih besar dan disegani.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #c13e58;">Rapatkan barisan, perkokoh pertahanan dan tingkatkan kemampuan sehingga derap langkah ‘Pasukan’ kecil ini akan lebih mantap dan bersinergi menuju tujuan bersama yang lebih besar.</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/renungan/pasukan-kecil-yang-solid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Sia-Siakan Kesempatan</title>
		<link>http://woxuedao.com/renungan/jangan-sia-siakan-kesempatan/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/renungan/jangan-sia-siakan-kesempatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 14:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Akan Datang]]></category>
		<category><![CDATA[Masa Kini]]></category>
		<category><![CDATA[tek tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Bagi orang yang sudah Siu Tao, kadang kala timbul pertanyaan, “Kalau di kehidupan ini saya tidak mendapatkan Tao (Tek Tao), apakah di kehidupan yang akan datang saya akan bertemu lagi dengan Tao? Mungkin kita tidak bisa memastikan bahwa kita-kita yang Siu Tao di kehidupan sekarang akan bertemu kembali dengan Tao di kehidupan yang akan datang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#77ae3c;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-259" title="regret" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/07/regret-150x150.jpg" alt="regret" width="150" height="150" />Bagi orang yang sudah Siu Tao, kadang kala timbul pertanyaan, “Kalau di kehidupan ini saya tidak mendapatkan Tao (Tek Tao), apakah di kehidupan yang akan datang saya akan bertemu lagi dengan Tao?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#77ae3c;">Mungkin kita tidak bisa memastikan bahwa kita-kita yang Siu Tao di kehidupan sekarang akan bertemu kembali dengan Tao di kehidupan yang akan datang untuk melanjutkan Siu Tao kita. Rasanya tidak segampang itu berharap bertemu lagi dengan Tao di kehidupan mendatang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#77ae3c;">Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang sudah bertemu dengan Tao di kehidupan sekarang namun tidak tertarik atau belum tertarik mengenal, mempelajari dan menjalankan Tao? Bukankah sangat disayangkan sekali? Memang kata orang,”Mungkin belum jodoh’. Tapi bukankah jodoh atau tidaknya tergantung pula dari kemauan kita sebagai manusia yang menjalankannya?<span id="more-258"></span></span><span style="color:#77ae3c;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#77ae3c;">Orang yang Siu Tao sampai akhir hayat belum mencapai Tao akan merasa menyesal seluruh hidupnya tidak bisa menyelesaikan ‘pelajaran’ Taonya. Bagaimana orang yang telah bertemu Tao namun dilewatkan begitu saja kesempatan tersebut? Jangan pula setelah tua nanti baru teringat akan Tao dan ingin mempelajarinya. Masa hidup yang tersisa tidak akan cukup lagi mempelajari Tao dengan baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#77ae3c;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#77ae3c;">Hanya penyesalan paling dalam yang akan mengikuti sepanjang sisa hidup. Belajarlah Tao selagi muda karena waktu untuk mempelajarinya akan lebih panjang dan kemungkinan berhasil menjadi lebih baik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#77ae3c;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#77ae3c;">Yang telah menjalani Tao perlu memanfaatkan setiap kesempatan untuk lebih maju. Anggaplah bahwa di kehidupan sekarang ini adalah kesempatan terakhir untuk Siu Tao, Jangan sia-siakan kesempatan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#77ae3c;">Sedangkan yang belum menjalani Tao, jangan biarkan kesempatan di kehidupan kali ini berlalu begitu saja karena waktu tidak akan kembali lagi. Jangan sia-siakan kesempatan!</span></p>
</div>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/renungan/jangan-sia-siakan-kesempatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Siakan WaktuMu</title>
		<link>http://woxuedao.com/renungan/jangan-siakan-waktumu/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/renungan/jangan-siakan-waktumu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:30:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Tao]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis MLM]]></category>
		<category><![CDATA[mlm]]></category>
		<category><![CDATA[Upliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tulisan sebelumnya, saya pernah mengibaratkan Siu Tao seperti sistem bisnis di Multi Level Marketing (MLM). Seperti kita ketahui, dalam bisnis MLM yang akhir-akhir ini kembali marak, kesuksesan seseorang adalah tergantung pribadi masing-masing tanpa memandang siapa yang lebih dulu menggeluti bidang tersebut. Misalnya saya yang baru bergabung dengan suatu bisnis MLM bisa lebih sukses daripada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#722baa;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-255" title="siutaomlm" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/07/siutaomlm-150x150.jpg" alt="siutaomlm" width="150" height="150" />Dalam tulisan sebelumnya, saya pernah mengibaratkan Siu Tao seperti sistem bisnis di Multi Level Marketing (MLM). Seperti kita ketahui, dalam bisnis MLM yang akhir-akhir ini kembali marak, kesuksesan seseorang adalah tergantung pribadi masing-masing tanpa memandang siapa yang lebih dulu menggeluti bidang tersebut. Misalnya saya yang baru bergabung dengan suatu bisnis MLM bisa lebih sukses daripada Upliner (Orang yang mengenalkan bisnis tersebut kepada saya), apabila saya lebih rajin dan menjual lebih banyak daripada orang yang berada diatas saya. Walaupun orang tersebut lebih dulu mengenal dan menjalankan bisnis MLM tersebut, saya bisa saja mendahului dan melampaui prestasi yang dicapainya biarpun saya termasuk baru dalam bisnis tersebut. <span id="more-254"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#722baa;">Tidak ada aturan yang baku bahwa yang berada diatas kita atau yang sudah menjalaninya lebih dulu akan lebih sukses daripada kita. Semua adalah kemajuan individu masing-masing. Begitu juga dengan Siu Tao yang sedang kita jalani. Misalkan si A yang telah Siu Tao lima tahun kemudian mengenalkan Tao pada saya dan saya pun menerima Tao sebagai jalan hidup dengan Siu Tao yang baik dan benar. Mungkin saja saya bisa mengejar ketertinggalan saya yang lima tahun itu, lebih maju dalam Siu Taonya atau bahkan melebihi si A yang mengenalkan Tao kepada saya. Semua tergantung siapa yang lebih rajin dan lebih mengerti dalam menjalankan Tao pada kehidupan sehari-hari antara yang satu dengan yang lainnya. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#722baa;">Begitupun bagi yang lebih dulu mengenal dan menjalankan Tao harus tetap berusaha memperdalam pengetahuan Tao dan menjalankannya lebih baik dan lebih benar lagi sehingga tidak mati di satu titik agar tidak tersalip oleh TaoYu lain yang baru mengenal Tao belakangan. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#722baa;">Tao mungkin tidak akan habis dijalani dalam satu kehidupan, belajar Tao seumur hiduppun tidak akan selesai. Oleh karena itu, jangan merasa telah memahami semua tentang Tao sehingga tidak mau menggali Tao lebih dalam lagi dan terbuai dengan kehebatan yang semu. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#722baa;">Siu Tao ibarat bisnis Multi Level Marketing, siapa yang lebih giat dan berkemauan lebih keras, dialah yang akan mencapai garis finis terlebih dahulu. Ayo, jangan sia-siakan waktu kita…Ciayoo</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/renungan/jangan-siakan-waktumu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FIRE AND FORGET</title>
		<link>http://woxuedao.com/renungan/fire-and-forget/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/renungan/fire-and-forget/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 14:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[Helping people]]></category>
		<category><![CDATA[Kungktek]]></category>
		<category><![CDATA[Tolong-menolong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Saya punya seorang teman baik, dia sering melakukan perbuatan amal seperti memberi pakaian bekas pada anak yatim piatu, mengunjungi panti jompo, atau memberikan bantuan makanan dan uang kepada korban-korban bencana alam. Namun biasanya, dia beramal ini dan itu didasari pemikiran dan doa agar dia menjadi lebih kaya, karirnya tambah maju, ataupun dagangannya laris. Apakah itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #dea13f;"><a href="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/07/helperssiri.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-251" title="helperssiri" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/07/helperssiri-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Saya punya seorang teman baik, dia sering melakukan perbuatan amal seperti memberi pakaian bekas pada anak yatim piatu, mengunjungi panti jompo, atau memberikan bantuan makanan dan uang kepada korban-korban bencana alam. Namun biasanya, dia beramal ini dan itu didasari pemikiran dan doa agar dia menjadi lebih kaya, karirnya tambah maju, ataupun dagangannya laris. Apakah itu masih tergolong berbuat amal/kungtek?</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #dea13f;">Berbuat amal/kungkek dianjurkan oleh semua agama yang ada di muka bumi ini. Perbuatan amal/kungtek bisa bermacam-macam caranya. Bagi yang mempunyai uang yang berlebih bisa berbentuk materi ataupun materi yang dibelikan barang seperti makanan atau kebutuhan sehari-hari. Yang mempunyai tenaga bisa menyumbangkan tenaganya untuk membantu melakukan kegiatan sosial. Yang mempunyai pikiran bisa membantu dengan pikiran-pikirannya yang bagus. Bahkan yang hanya bisa berdoa menyumbangkan doanya pun boleh-boleh saja namun dengan hati yang tulus.<span id="more-250"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #dea13f;">Segala cara bisa kita lakukan untukmelakukan perbuatan amal, tidak terbatas hanya materi. Keempat hal yaitu materi, pikiran, tenaga dan doa digabungkan menjadi suatu hal yang luar biasa. Tanpa salah satu dari keempat hal tersebut suatu perbuatan amal untuk menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan tidak akan berjalan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #dea13f;">Kalau seseorang membantu mendoakan orang yang telah meninggal, kemudian dia mendapatkan bayaran atau bahkan kadang ada tarifnya, apakah itu kungtek? Rasanya bukan, itu adalah profesi!</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #dea13f;">Kemudian, apabila seseorang diundang untuk memberikan wejangan rohani, meminta fasilitas hotel mewah dan setelah itu pulangnya diberikan amplop yang berisi ‘dolar’, apakah itu kungtek? Itu juga profesi!</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #dea13f;">Bagaimanakah kungtek yang benar-benar murni?Kungtek adalah tanpa embel-embel dibaliknya. Istilah yang saya pakai adalah “Fire and Forget”, atau kira-kira bahasa lainnya adalah “Buang dan Lupakan” atau “Lakukan dan Lupakan”. Kungtek timbul secara spontan dari dalam hati, kemudian secara spontan pula melakukannya dan setelah itu tidak merasa telah berbuat amal.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #dea13f;">Misalnya, dijalan ada seorang nenek tua yang ingin menyeberang, kita papah dia untuk menyeberang dan kemudian lupakan. Jangan setelah kita papah menyeberangi jalan lantas kita berpikir,”Aku sudah melakukan perbuatan baik, mudah-mudahan rejekiku lancar”. Teman kita terkena musibah dan masuk rumah sakit, kita memberikan bantuan materi dan doa secara spontan, setelah itu lupakan perbuatan baik itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #dea13f;">Organisasi tempat kita bernaung membutuhkan tenaga kita, apapun kita kerjakan dengan hati senang dan tanpa beban, setelah selesai lupakan.telah berbuat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #dea13f;">Fire and Forget, itulah kungtek yang dihitung.</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/renungan/fire-and-forget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita Adalah Cerminan Wajah Dari Tao</title>
		<link>http://woxuedao.com/renungan/kita-adalah-cerminan-wajah-dari-tao/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/renungan/kita-adalah-cerminan-wajah-dari-tao/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2009 16:07:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Cerminan Tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah pepatah, &#8220;Buah jatuh tak jauh dari pohonnya&#8221;. Bila ada seorang anak yang dinilai mempunyai perangai yang jelek, pasti orang-orang akan berkata bahwa ayah dan ibu atau keluarga anak itu pasti sama jeleknya seperti anak tersebut. Itulah penilaian otomatis dari orang-orang karena selalu beranggapan bahwa &#8220;Buah jatuh tak jauh dari pohonnya&#8221;. Anak tersebut dianggap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0db485;"><a href="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/07/facetao.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-247" title="facetao" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/07/facetao-300x236.png" alt="" width="300" height="236" /></a>Ada sebuah pepatah, &#8220;Buah jatuh tak jauh dari pohonnya&#8221;. Bila ada seorang anak yang dinilai mempunyai perangai yang jelek, pasti orang-orang akan berkata bahwa ayah dan ibu atau keluarga anak itu pasti sama jeleknya seperti anak tersebut. Itulah penilaian otomatis dari orang-orang karena selalu beranggapan bahwa &#8220;Buah jatuh tak jauh dari pohonnya&#8221;.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0db485;">Anak tersebut dianggap &#8216;cermin&#8217; dari wajah orang tuanya. Mungkin saja orang tua anak tersebut berbalik 180 derajat dibanding anaknya, namun orang-orang sudah terlanjur memberi penilaian yang sama kepada anak dan orang tuanya.<span id="more-217"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0db485;">Seperti contoh, keponakan teman saya yang masih SMA tergolong anak yang sangat brengsek dan licik (maaf karena tidak ada kata-kata lain untuk melukiskan sifatnya), namun orang tuanya sangat alim dan lurus hatinya. Mungkin bagi orang yang benar-benar tidak mengenal orang tuanya akan menganggap bahwa anak tersebut belajar dari orang tuanya, begitulah pandangan masyarakat umum.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0db485;">Dari gambaran diatas, sebagai orang Tao, kita harus bisa bertingkah laku yang sopan, santun, lurus dan sifat/sikap positif lainnya karena kita adalah cerminan wajah dari Tao itu sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0db485;">Satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah Tao merupakan cerminan dari semua hal yang positif, namun bila kita sebagai orang yang mengaku Tao mencerminkan yang sebaliknya maka kitalah yang menyebabkan pandangan umum yang negatif tentang Tao. Padahal bila mau melihat dan mengenal lebih dalam seperti saya mengenal kedua orang tua anak brengsek tersebut, maka Tao tetaplah Tao yang Agung dan Sempurna, hanya kita sendirilah yang brengsek. Tidak ada kaitannya dengan Tao itu sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0db485;">Oleh karena itu, dalam bersikap dan berperilaku dalam masyarakat, kita bersama-sama belajar dan menyadari bahwa kita adalah &#8220;Cerminan dari wajah Tao&#8221;.</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/renungan/kita-adalah-cerminan-wajah-dari-tao/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>108</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

