<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wo Xue Dao &#187; Cermin Peristiwa</title>
	<atom:link href="http://woxuedao.com/category/cermin-peristiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://woxuedao.com</link>
	<description>Learning Tao For Better Life</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 15:11:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Perjalanan Siu Tao Masih Panjang</title>
		<link>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/perjalanan-siu-tao-masih-panjang/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/perjalanan-siu-tao-masih-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 03:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Negatif]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Para pembaca woxuedao yang budiman, Sudah lama sekali saya tidak sharing uneg-uneg pikiran saya dalam woxuedao ini. Berbagai kesibukan demikian menyita waktu yang saya punya, ditambah lagi untuk menuangkan suatu ide/topik bahasan yang ada di dalam pikiran kita ke dalam suatu bentuk tulisan yang berkesinambungan memerlukan ketenangan dan kelancaran bertutur kata tanpa henti yang pas. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2010/08/journey1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-327" title="journey1" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2010/08/journey1-300x195.jpg" alt="" width="300" height="195" /></a>Para pembaca woxuedao yang budiman,</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah lama sekali saya tidak sharing uneg-uneg pikiran saya dalam woxuedao ini. Berbagai kesibukan demikian menyita waktu yang saya punya, ditambah lagi untuk menuangkan suatu ide/topik bahasan yang ada di dalam pikiran kita ke dalam suatu bentuk tulisan yang berkesinambungan memerlukan ketenangan dan kelancaran bertutur kata tanpa henti yang pas.<span id="more-326"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hal inilah yang membuat saya belakangan ini mengalami suatu kebuntuan dalam menuangkan ide-ide pemikiran dalam suatu penulisan. Banyak ide-ide pikiran/topik yang sudah saya catat namun sulit untuk dikembangkan dalam suatu tulisan yang mencukupi sehingga masih tersimpan dalam hard disk komputer saya berupa judul/tema dan beberapa kalimat pembuka saja. Namun saya selalu mencoba dan mencoba setiap kesempatan untuk berusaha membuka pikiran saya untuk menuangkan ide tersebut menjadi suatu tulisan yang cukup komplit.</p>
<p style="text-align: justify;">Pagi ini, suatu pemikiran memberikan saya suatu jawaban atas uneg-uneg saya beberapa hari ini setelah iseng-iseng membaca buku “Sadar Untuk Siu Tao” edisi terbaru.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari lalu, saya mengikuti suatu event yang cukup besar. Kebetulan saya juga terlibat sebagai panitia dalam mempersiapkan acara besar tersebut. Saya menikmati segala aktifitas tersebut dengan antusias. Acara ini sebenarnya bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pengertian kita mengenai Tao yang lebih dalam, agar kita dapat mengambil suatu faedah dengan mendengarkan ceramah-ceramah Tao yang diberikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi, terus terang, selama acara berlangsung hanya beberapa bahasan-bahasan materi yang dapat saya petik dari sana. Mungkin karena kurang konsentrasi karena fisik terlalu capek sebelumnya, bahkan kadang-kadang saya sampai&#8230;maaf, tertidur!</p>
<p style="text-align: justify;">Yang lebih banyak saya lihat malah sifat-sifat negatif yang diperlihatkan dari individu-individu yang terlibat disana termasuk saya. Ada emosi yang berlebihan, ada sikap yang tidak menghargai orang lain, sifat egois, sifat memaksakan kehendak, sifat tidak percaya, sikap seolah-olah dia yang paling benar, ikut campur yang berlebihan. Keadaan itu sangat memainkan ‘emosi’ saya. Berbagai perasaan berkecamuk dalam batin saya, kecewa, sedih, marah dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sampai bertanya dalam hati, “Mengapa Siu Tao tidak menjadikan kita menjadi lebih baik?”. “Mengapa mereka yang tingkat Siu Taonya sudah demikian tinggi masih bisa mencuat satu, dua bahkan beberapa sifat negatif dari diri mereka?”. Bukankah harusnya Siu Tao menjadikan kita manusia yang lebih baik?</p>
<p style="text-align: justify;">Maaf, mungkin saya masih pemula yang pikirannya masih sangat ‘cetek’ dalam mengerti Tao.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu, saya berpikir acara ini mengapa malah membuat saya menjadi ragu akan artinya Siu Tao? Akhirnya saya pulang dengan segala kekecewaaan dan pikiran yang berkecamuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Pagi ini, saya bangun agak pagi. Setelah minum kopi dan sarapan, iseng-iseng saya merapikan tas yang saya bawa bepergian ke acara tersebut. Iseng pula saya membuka-buka buku “Sadar Untuk Siu Tao” edisi terbaru yang dibagikan di acara tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedikit saya membaca renungan dibuku tersebut seperti, “Tao bagaikan air”, “Hidup sesuai dengan Tao”, “Delapan anjuran yang perlu dipupuk”, “Delapan anjuran yang perlu dikurangi”.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu kalimat tiba-tiba memberikan saya sedikit pencerahan. “Bekerja tetapi tidak membanggakan kepandaiannya, berjasa tetapi tidak mengakui pahalanya, oleh karena itu mengakui tidak ada apa-apa maka ia tidak kehilangan apa-apa”.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, renungan tersebut membuat saya menjadi terbuka pikirannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menjadi sadar, pada akhirnya acara tersebut memberikan saya pengalaman hidup. Selama proses acara tersebutlah yang membuat saya dapat melihat (sekarang) bahwa kita mendapatkan berbagai pengalaman hidup disana, dapat melihat sifat negatif dan positif saya maupun orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Renungan tersebut membuat saya tersadar bahwa walaupun mereka yang Siu Taonya sudah tinggi masih bisa mempunyai sifat yang negatif seperti yang telah saya sebutkan diatas, karena mereka masih sama seperti saya, masih seorang manusia yang belum menjadi DEWA!</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai manusia, tentu masih ada sifat-sifat negatif dalam diri kita. Mengapa tidak saya lihat sifat negatifnya sebagai bahan pelajaran yang perlu dihindari, dan melihat sifat positif/keunggulan yang mereka punya sebagai acuan untuk diikuti?</p>
<p style="text-align: justify;">Kadang kala, membaca buku seperti “Sadar untuk Siu Tao” ataupun “Ciang Ie” disaat yang tepat memberikan pengertian yang dapat kita petik walaupun sebelumnya sudah berjuta-juta kali kita membacanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hmmm, ternyata Siu Tao masih merupakan suatu proses yang sangat panjang yang perlu dilalui dalam hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Cia Yo.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/perjalanan-siu-tao-masih-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>269</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Selalu Lihat Keatas</title>
		<link>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/jangan-selalu-lihat-keatas/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/jangan-selalu-lihat-keatas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 07:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Karma]]></category>
		<category><![CDATA[Kaya dan Miskin]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan Tidak Adil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda merenung dari sekian milyar orang yang hidup dimuka bumi ini mengapa nasib seseorang tidak ada yang sama? Bahkan dari lahirpun sudah berbeda. Ada yang lahir di keluarga yang kaya raya, ada yang lahir di keluarga miskin, ada yang lahir cacat, ada yang lahir sudah yatim piatu, ada pula yang lahir di keluarga ‘broken [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2010/01/rich-man-poor-man.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-319" title="rich-man-poor-man" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2010/01/rich-man-poor-man-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Pernahkah Anda merenung dari sekian milyar orang yang hidup dimuka bumi ini mengapa nasib seseorang tidak ada yang sama? Bahkan dari lahirpun sudah berbeda. Ada yang lahir di keluarga yang kaya raya, ada yang lahir di keluarga miskin, ada yang lahir cacat, ada yang lahir sudah yatim piatu, ada pula yang lahir di keluarga ‘broken home’dan sampai dewasa pun nasib seseorang selalu berbeda. Bukankah bila demikian berarti Thien tidak adil dong?<span id="more-318"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa musti saya yang lahir di keluarga miskin dan ’broken home’ bukan di keluarga kaya raya atau di keluarga yang penuh cinta dari orang tua? Apa yang membedakan antara saya dan dia? Apa penilaian yang membuat kami berbeda? Tidak salah bukan kalau saya berteriak.”Thien tidak adil!”</p>
<p style="text-align: justify;">Namun saya percaya akan berlakunya suatu hukum Sebab Akibat dan hukum Karma di dunia ini atas pertanyaan-pertanyaan saya diatas. Ada asap pasti karena ada api. Saya ada saat ini, lahir di dunia ini dengan kondisi saya sampai pada saat ini karena Sebab yang saya telah perbuat di masa lalu, oleh karenanya saya pun sedang menjalani Karma saya saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, saya bertemu dengan seorang saudara jauh saya. Dia sedang sangat bingung dan pusing karena hari ini adalah batas terakhir berkemas untuk pindah dari rumah yang ditempatinya sejak sekian belas tahun yang lalu. Suaminya sudah di PHK dari pekerjaaannya sejak beberapa tahun yang lalu sehingga dia harus meninggalkan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan mencari pekerjaan untuk membantu keuangan keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Suaminya selama ini tidak menemukan pekerjaan tetap seperti dahulu, mungkin karena faktor umur yang ditentukan oleh banyak perusahaan-perusahaan untuk menerima karyawan (suatu standard yang tidak adil menurut saya karena membatasi kemampuan kerja seseorang dengan batas usia). Akhirnya hidup mereka serba pas-pasan, dan saat kontrakan rumah sudah habis, mereka tidak sanggup untuk membayar kontrakan kembali. Untunglah masih ada saudara suaminya yang berbaik hati meminjamkan sebuah rumah kecil yang ’cukup’ jauh untuk mereka berteduh. Konsekuensinya, banyak sekali perlengkapan dan peralatan rumah tangga yang tidak bisa mereka bawa.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sangat sedih melihatnya, mereka suami istri termasuk orang yang sangat baik. Namun kenapa hidup mereka seperti ini? Mengapa keberuntungan tidak menghampiri mereka?</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini membuat saya bersyukur bahwa walaupun hidup biasa saja namun saya tidak mengalami hal seperti yang mereka alami. Seringkali kita selalu menyalahkan dan berteriak Thien tidak adil ketika melihat orang lain hidup serba berkecukupan, sanggup membeli Mercy baru, sanggup membeli rumah di Pondok Indah, berlibur ke luar negeri. Namun coba kita bandingkan hidup kita dengan mereka yang tinggal di kolong jembatan, mereka yang tidak punya ayah ibu, mereka yang ’broken home’, mereka yang cacat, pernahkah kita bilang Thien sangat baik padaku, atau aku lebih beruntung daripada mereka? Rasanya jarang, jangan selalu ’melihat keatas’ namun sering-seringlah ’melihat kebawah’ sehingga kita bisa lebih menghargai hidup kita dan bersyukur atas apa yang kita raih.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/jangan-selalu-lihat-keatas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>105</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bintang Yang Cepat Meredup</title>
		<link>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/bintang-yang-cepat-meredup/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/bintang-yang-cepat-meredup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 01:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Kematian Mbah Surip]]></category>
		<category><![CDATA[Mbah Surip]]></category>
		<category><![CDATA[Sinar Bintang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Harimau mati meninggalkan belang, Manusia mati meninggalkan nama. Itulah sebuah ungkapan peribahasa yang kira-kira berarti setelah meninggal, nama lah yang dikenang dari manusia. Lebih dalam lagi, perbuatan manusia selama hiduplah yang dikenang oleh orang setelah meninggal. Mbah Surip, sebuah nama yang baru saja mulai terkenal belum lama ini, menjadi tambah populer setelah ia meninggal dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5074af;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-267" title="mbah_surip_by_bedorgraph" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/08/mbah_surip_by_bedorgraph-150x150.jpg" alt="mbah_surip_by_bedorgraph" width="150" height="150" />Harimau mati meninggalkan belang, Manusia mati meninggalkan nama. Itulah sebuah ungkapan peribahasa yang kira-kira berarti setelah meninggal, nama lah yang dikenang dari manusia. Lebih dalam lagi, perbuatan manusia selama hiduplah yang dikenang oleh orang setelah meninggal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5074af;">Mbah Surip, sebuah nama yang baru saja mulai terkenal belum lama ini, menjadi tambah populer setelah ia meninggal dunia secara mendadak. Sebelum berita kematiannya, saya baru mendengar mengenai Mbah Surip sekitar seminggu lalu. Saya masih heran lirik lagunya yang sangat simple dengan beberapa kata saja yang diulang-ulang bisa membuatnya mulai terkenal dan mendapatkan banyak jadwal manggung. Namun tak disangka, hanya beberapa hari baru mulai tersenyum ketika mendengar lagunya, berita kematian Mbah Surip lah yang lebih terdengar. Sebuah sinar bintang yang cepat sekali meredup ditelan kematian.<span id="more-266"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5074af;">Fenomena Mbah Surip mengingatkan kita kembali akan kematian seorang SuperStar dunia Michael Jackson beberapa waktu lalu. Kejadian ini sekali lagi memberi contoh mengenai pentingnya kita menjaga kesehatan fisik. Demi mengejar harta yang melimpah, kita melupakan harta lainnya yang tak ternilai yang telah kita punya, yaitu kesehatan. Tanpa kesehatan, harta yang berlimpah pun tidak ada gunanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5074af;">Kita orang Siu Tao, diberikan bekal untuk meningkatkan kesehatan fisik kita melalui Shen Kung, Chi Kung dan Cing Co. Ketiga latihan tersebut perlu kita latih secara terus menerus agar daya tahan tubuh kita menjadi lebih kuat sehingga membuat kita lebih panjang umur agar dapat menjalankan proses Siu Tao lebih lama sehingga menjadi lebih dekat menuju kesempurnaan. Selain itu, harus diikuti pula dengan pola makan yang sehat dan olah raga yang cukup agar bisa saling melengkapi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5074af;">Dari kejadian-kejadian ini, kiranya kita harus mulai memperhatikan kesehatan badan kita. Tinggalkan pola hidup yang tidak sehat, tingkatkan latihan Tao Ying Suk kita dan perbanyak olah raga dan minum vitamin-vitamin yang memang diperlukan oleh tubuh kita. Kita tidak perlu kejadian-kejadian lain seperti Michael Jackson dan Mbah Surip untuk mengingatkan kita akan pentingnya kesehatan. Sehingga bintang kita akan terus bersinar terang, jangan menjadi bintang yang cepat meredup dan mati.</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/bintang-yang-cepat-meredup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>75</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INI SALAH ANDA!</title>
		<link>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/ini-salah-anda/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/ini-salah-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 11:52:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Paling Benar]]></category>
		<category><![CDATA[Saling Menyalahkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Saya hanya tersenyum ketika seorang bapak memaki saya mana kala kendaraan yang saya kendarai bergerak melewati persimpangan jalan pada saat lampu lalu lintas menyala hijau, sedangkan si bapak dengan santainya menyeberang jalan tidak pada tempatnya di seberang sana. Kendaraan saya yang hampir mendekatinya membuatnya jengkel dan dia mulai memarahi saya padahal saya malah memperlambat kendaraan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #a95661;"><a href="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/07/salahanda.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-240" title="salahanda" src="http://woxuedao.com/wp-content/uploads/2009/07/salahanda-277x300.jpg" alt="" width="277" height="300" /></a>Saya hanya tersenyum ketika seorang bapak memaki saya mana kala kendaraan yang saya kendarai bergerak melewati persimpangan jalan pada saat lampu lalu lintas menyala hijau, sedangkan si bapak dengan santainya menyeberang jalan tidak pada tempatnya di seberang sana. Kendaraan saya yang hampir mendekatinya membuatnya jengkel dan dia mulai memarahi saya padahal saya malah memperlambat kendaraan dan mempersilahkannya meneruskan menyeberang. “Ini Salah Anda!” teriaknya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #a95661;">Dalam kehidupan sehari-hari, kata-kata tersebut sering kali kita dengar bahkan mungkin diucapkan oleh kita. Dalam hal apapun, walau kita dipihak yang benar, tetap saja orang tersebut merasa dirinya yang benar dan menyalahkan kita, begitu pula sebaliknya.<span id="more-239"></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #a95661;">Ini sudah biasa terjadi, yang jarang terjadi adalah merasa dia memang dalam posisi yang salah dan berkata, “Ini salah saya”.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #a95661;">Sikap manusia yang selalu merasa dirinya yang paling benar (padahal jelas-jelas dia yang salah) dan tidak mau menerima kesalahannya acap terjadi, tak terkecuali kita.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #a95661;">Perlu suatu kebesaran hati untuk melihat dan menyadari kesalahan kita dengan lapang dada dan mengakuinya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #a95661;">Proses itu perlu kita kembangkan dan memang itu tidak gampang dilakukan. Lebih mudah untuk menunjukkan jari kepada orang lain daripada menunjukkannya kepada diri sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #a95661;">Namun sekali lagi, kebesaran jiwalah yang menjadi tolak ukur agar kita bisa berkata, “Ini Salah Saya”.</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/ini-salah-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SI EMBER BOCOR</title>
		<link>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/si-ember-bocor/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/si-ember-bocor/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 10:20:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[masalah keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Menyimpan Rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[Perbedaan Pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Gosip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[“Bak menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri” Begitulah perumpamaan peribahasa yang cocok untuk menggambarkan sifat dan perilaku Betty, seorang wanita dari sebuah kota di Pulau Sumatera sana. Begini ceritanya, Betty mempunyai suami yang bernama Parman dan dua orang anak yang telah berumur sekitar sepuluh dan delapan tahun. Parman, sang suami bekerja sebagai teknisi televisi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#d028d7;"><img class="aligncenter size-full wp-image-187" title="gossip-061109-iStock_m" src="http://woxuedao.files.wordpress.com/2009/07/gossip-061109-istock_m.jpg" alt="gossip-061109-iStock_m" width="425" height="300" /></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#d028d7;">“Bak menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri”</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000066;">Begitulah perumpamaan peribahasa yang cocok untuk menggambarkan sifat dan perilaku Betty, seorang wanita dari sebuah kota di Pulau Sumatera sana.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000066;">Begini ceritanya, Betty mempunyai suami yang bernama Parman dan dua orang anak yang telah berumur sekitar sepuluh dan delapan tahun. </span><span style="color:#000066;">Parman, sang suami bekerja sebagai teknisi televisi. Dia membuka tempat reparasi televisi di depan rumahnya. Penghasilan Parman naik turun, kadang ramai kadang sepi. Mereka hidup pas-pasan dengan kebutuhan dua orang anak, ditambah orang tua Parman yang juga ikut menetap bersama mereka di rumah yang sederhana.<span id="more-186"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000066;">Sebenarnya, kehidupan mereka rukun-rukun saja. Anak-anak mereka termasuk anak-anak yang rajin dan baik. Namun, Betty sang istri mempunyai mulut seperti ember bocor yang tidak bisa menyimpan air. Setiap masalah yang ada di dalam keluarganya selalu di umbar kepada tetangga, teman, saudara bahkan siapapun yang telah dikenalnya walau baru kenal dalam waktu lima menit.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000066;">Betty wanita yang supel, mungkin saking supelnya siapapun yang di temuinya dia selalu bercerita. Kalau hanya sebatas gosip artis mungkin tak masalah, namun masalah keluarga yang sebenarnya hanya untuk konsumsi di dalam rumah pun diceritakannya kepada orang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000066;">Seperti penghasilan suaminya yang kembang kempis sehingga kebutuhannya tidak terpenuhi, kelakuan mertuanya yang dianggapnya cerewet, bahkan masalah orang tuanya sendiri pun tak luput menjadi topik pembicaraannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000066;">Hampir semua orang mengenal sifat Betty ‘si ember bocor’, demikian julukannya. Hampir pula semua rahasia keluarga telah diungkapkan kepada orang lain. Lama kelamaan orang mulai risih mendengar cerita-cerita atau aib keluarganya. Lambat laun, orang-orang mulai menghindari dirinya, Betty mulai kehilangan teman. Mereka berpikir, masalah keluarga sendiri saja dia umbar kepada orang lain, pastilah mereka tidak lepas dari gosip Betty ‘si ember bocor’. Akhirnya, mereka menjauhkan diri dari Betty, dan Betty menjadi gunjingan teman-temannya sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000066;">Dari cerita tersebut, seyogyanya kita bisa memetik suatu pelajaran bahwa kita harus bisa menyimpan rahasia orang lain apalagi rahasia keluarga sendiri. Orang yang telah mempercayai kita dengan menceritakan masalah mereka kepada kita, sepatutnya kita pegang teguh kepercayaan itu. Terlebih masalah-masalah yang ada dalam keluarga, seharusnya kita selesaikan sendiri di dalam keluarga dengan baik tanpa melibatkan pihak luar apalagi membicarakannya dengan pihak luar sehingga kehormatan keluarga dapat terjaga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000066;">Demikian pula dalam suatu organisasi ataupun perkumpulan. Di dalamnya terdapat berbagai macam perangai dan sifat-sifat yang berbeda-beda antara satu sama lainnya. Pastilah perbedaan-perbedaan pendapat, perbedaan pola pikir akan terjadi sesuai dengan lambang Tao kita Yin dan Yang. Namun, alangkah bijaksananya bila persoalan-persoalan yang terjadi cukup dibahas dan diselesaikan di dalam organisasi atau kelompok tanpa perlu di umbar kesana kemari apalagi di depan umum. Tentulah, kita yang berada di dalam organisasi atau kelompok tersebut tak lepas dari omongan orang karena kita pun bagian dari organisasi atau kelompok tersebut. Jangan sampai maksud hati menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/si-ember-bocor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Story of Michael Jackson : Sebuah Cerminan, Part II</title>
		<link>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/the-story-of-michael-jackson-sebuah-cerminan-part-ii/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/the-story-of-michael-jackson-sebuah-cerminan-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 10:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Harta Tak Ternilai]]></category>
		<category><![CDATA[Kebintangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah pepatah, “Kesehatan Adalah Harta Yang Tak Ternilai”. Dari cerita hidup mengenai seorang Michael Jackson, pepatah tersebut menjadi sangat sangatlah tepat. Terlepas dari apa yang diperbuatnya hingga mempunyai suatu penyakit yang berusaha dengan sekuat tenaga dia sembuhkan. Dia menghabiskan begitu banyak harta yang telah dia peroleh dengan keringat, airmata dan darah di seluruh hidupnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;"><img class="aligncenter size-full wp-image-172" title="michael_jackson_2" src="http://woxuedao.files.wordpress.com/2009/06/michael_jackson_2.jpg" alt="michael_jackson_2" width="450" height="281" />Ada sebuah pepatah, “Kesehatan Adalah Harta Yang Tak Ternilai”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#2c2c86;">Dari cerita hidup mengenai seorang Michael Jackson, pepatah tersebut menjadi sangat sangatlah tepat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#2c2c86;">Terlepas dari apa yang diperbuatnya hingga mempunyai suatu penyakit yang berusaha dengan sekuat tenaga dia sembuhkan. Dia menghabiskan begitu banyak harta yang telah dia peroleh dengan keringat, airmata dan darah di seluruh hidupnya hanya untuk menyembuhkan suatu penyakit yang dideritanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#2c2c86;">Saya sangat sedih dan terenyuh ketika mendengar berita bahwa segala bentuk penghargaan dan memorabilia atau kenang-kenangan yang menjadi bukti akan kesuksesan, kebintangan dan kebesaran nama seorang Michael Jackson telah terjual demi mengobati penyakit yang dideritanya.<span id="more-171"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#2c2c86;">Saya dapat membayangkan, apabila hal-hal yang membanggakan, sesuatu yang menunjukkan kehebatan bagi seorang Michael Jackson harus dia jual satu persatu. Mungkin kalau masih ada jalan, dia akan tidak rela memorabilia atas hasil karyanya akan hilang dari pandangannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#2c2c86;">Di sekitar kita, banyak kisah Michael Jackson lain yang pernah kita dengar dan temui. Seorang pengusaha kaya raya yang menderita suatu penyakit tiba-tiba menjadi sangat miskin demi mengobati penyakitnya. Demi hidup, dia rela mengorbankan semua harta benda yang diperoleh selama seluruh hidupnya untuk sembuh kembali, berkumpul bersama keluarganya kembali walaupun hanya untuk waktu yang tidak lama.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#2c2c86;">Bahkan cerita orang yang telah menghabiskan seluruh harta bendanya untuk sembuh namun akhirnya tidak tertolong juga dan meninggalkan hutang yang akan ditanggung oleh istri dan anaknya juga tidak sedikit.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#2c2c86;">Bagi kita yang masih sehat, pelihara dan jagalah badan kita agar tetap sehat. Makanlah makanan yang bergizi, berolah-ragalah yang teratur. Bagi kita yang siutao, ditambah dengan latihan Shenkung dan Chikung.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#2c2c86;">Dari fisik yang kuat dan tubuh yang sehatlah, hoki/keberuntungan/rejeki akan datang. Bila tubuh tidak sehat, hoki yang datang pun tidak berguna karena tidak bisa kita kerjakan dan nikmati.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#2c2c86;">Bersyukurlah saat ini kita masih diberikan kesehatan, suatu harta yang tak ternilai. Walaupun kehidupan kita dalam hal materi biasa saja namun dengan keluarga yang bahagia dan kesehatan, kita sudah mempunyai suatu harta yang tak ternilai.</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/the-story-of-michael-jackson-sebuah-cerminan-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Story of Michael Jackson : Sebuah Cerminan Part I</title>
		<link>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/the-story-of-michael-jackson-sebuah-cerminan-part-i/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/the-story-of-michael-jackson-sebuah-cerminan-part-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 10:18:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[King of Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Jackson]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Plastik]]></category>
		<category><![CDATA[Superstar]]></category>
		<category><![CDATA[The Story of Michael Jackson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, kita semua dikejutkan oleh sebuah berita ‘The King of Pop’ Michael Jackson meninggal dunia secara mendadak pada usia 50 tahun. Belum diketahui dengan pasti sebab musabab dari meninggalnya Michael Jackson. Seluruh dunia berduka, menangisi kepergian seorang Superstar hebat yang pernah hidup di dunia ini. Kebintangannya tidak bisa dipungkiri, karenanya dia disebut King of Pop. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#663333;"><img class="aligncenter size-full wp-image-165" title="michaeljackson" src="http://woxuedao.files.wordpress.com/2009/06/michaeljackson.jpg" alt="michaeljackson" width="450" height="302" />Kemarin, kita semua dikejutkan oleh sebuah berita ‘The King of Pop’ Michael Jackson meninggal dunia secara mendadak pada usia 50 tahun. Belum diketahui dengan pasti sebab musabab dari meninggalnya Michael Jackson. Seluruh dunia berduka, menangisi kepergian seorang Superstar hebat yang pernah hidup di dunia ini. Kebintangannya tidak bisa dipungkiri, karenanya dia disebut King of Pop.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#663333;">Dedikasi dan karyanya pada dunia musik begitu luar biasa. Dia memulai karirnya pada usia yang masih muda, pada grup band Jackson Five bersama saudara-saudaranya. Mereka kemudian menjadi dikenal oleh dunia. Perjalanan bersolo karir seorang Michael Jackson membuatnya lebih terkenal lagi. Pada masa keemasannya dahulu, Michael begitu dikagumi oleh siapapun, dipuja oleh para penggemar fanatiknya.<span id="more-164"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#663333;">Rekaman dan konser Michael menghasilkan uang yang begitu banyak. Uang begitu mudah didapatkan, semua yang disentuhnya menghasilkan uang untuknya. Pada saat itu, uang bukanlah sesuatu yang susah di dapat bagi seorang Michael Jackson. Bahkan dia bisa mendirikan sebuah arena bermain dan rekreasi impian seperti Disneyland di rumahnya sendiri yang dia namakan Neverland.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#663333;">Namun, berita ironis yang mengiringi akhir hayat seorang Michael Jackson adalah dia meninggalkan hutang yang begitu besar, sekitar ratusan juta dolar. Suatu jumlah yang tidak sedikit. Bahkan semua penghargaan-penghargaan dan memorabilia dari Sang Superstar yang diperolehnya pada saat kejayaan dulu telah habis terjual untuk mengobati penyakit yang dideritanya. Konon Michael mengidap suatu bakteri yang menyerang kulitnya sehingga daya tahan tubuhnya lama kelamaan mengalami penurunan. Dan dia menghabiskan begitu banyak uang yang pernah dulu dia punyai hanya untuk mengobati penyakitnya tersebut.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#663333;">Seperti yang pernah diberitakan, dimasa jayanya Michael sering melakukan berbagai operasi plastik untuk merubah penampilannya. Bahkan kabarnya dia pernah melakukan operasi pemutihan kulit agar dia yang asli orang hitam dengan kulit hitamnya ingin berubah menjadi lebih putih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#663333;">Dari catatan hidup seorang Michael Jackson, kita bisa memetik pelajaran untuk menjalani kehidupan kita ini, merevisi kehidupan kita sebelum akhirnya ajal menjemput. Kita bisa mencontoh kegigihan dan keuletannya dalam meraih sukses sehingga dari tidak apa-apa menjadi seorang Superstar yang bukan semua orang bisa meraihnya. Namun kita patut menggarisbawahi rasa ketidakpuasan dirinya terhadap apa yang telah dia raih. Mungkin dia tidak puas dengan penampilan dirinya sehingga melakukan operasi-operasi perubahan yang membahayakan dirinya. Mungkin dia lupa bersyukur atas berkah yang dia peroleh, menerima apa adanya atas bentuk rupa dan badannya sehingga membutuhkan operasi-operasi untuk merubahnya yang akhirnya merenggut nyawanya. Padahal di dunia ini, betapa banyak orang yang mengagumi dirinya, malah berusaha menjadi seorang Michael Jackson, sungguh ironis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#663333;">Kembali, hadapkan cermin di depan kita. Lihatlah apa yang telah kita raih sampai saat ini. Kejarlah apa yang belum kita raih, bersyukurlah pada apa yang telah kita peroleh. Mungkin saja diluar sana, banyak pula orang yang mengagumi kita dan ingin menjadi seperti kita walaupun kita bukanlah seorang Michael Jackson.</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/the-story-of-michael-jackson-sebuah-cerminan-part-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sunday Driver</title>
		<link>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/sunday-driver/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/sunday-driver/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 12:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[belajar mengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[egoisme]]></category>
		<category><![CDATA[sifat egois]]></category>
		<category><![CDATA[sunday driver]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Arti sebenarnya dari istilah Sunday Driver adalah seseorang yang baru belajar mengemudikan suatu kendaraan bermotor terutama mobil di setiap hari minggu. Asumsi hari minggu disini diartikan adalah hari libur bagi semua orang yang mana jalan-jalan tidak banyak dilalui kendaraan sehingga orang yang baru belajar mobil dapat mengendarai mobilnya dengan resiko minimum menabrak mobil orang lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-147" title="sunday driver" src="http://woxuedao.files.wordpress.com/2009/06/sunday-driver.png" alt="sunday driver" width="450" height="150" /><span style="color:#5884a6;">Arti sebenarnya dari istilah Sunday Driver adalah seseorang yang baru belajar mengemudikan suatu kendaraan bermotor terutama mobil di setiap hari minggu. Asumsi hari minggu disini diartikan adalah hari libur bagi semua orang yang mana jalan-jalan tidak banyak dilalui kendaraan sehingga orang yang baru belajar mobil dapat mengendarai mobilnya dengan resiko minimum menabrak mobil orang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5884a6;">Namun kalau saya perhatikan saat ini, bukan pada hari minggu saja orang mengendarai kendaraannya seperti seorang ‘Sunday Driver’. Kebanyakan pengendara baik itu motor, mobil, truk pengangkut barang, bis kota, angkot membawa kendaraan mereka layaknya seorang ‘Sunday Driver’.<span id="more-146"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5884a6;">Kalau seorang Sunday Driver pada saat belajar mengendarai kendaraannya kadang ke kiri kadang ke kanan layaknya orang mabok, selonong sana selonong sini, kadang berhenti mendadak itu sangat wajar karena mereka sedang belajar, pada hari minggu pula makanya mereka disebut Sunday Driver.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5884a6;">Tapi, setiap hari saya lihat orang-orang membawa kendaraannya selonong sana selonong sini seenaknya seperti orang mabok, kemudian potong kanan potong kiri semaunya, lampu merah tidak lagi dihiraukan, seakan-akan jalan raya bukan lagi jalan umum milik siapa saja namun sudah seperti milik mereka sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5884a6;">Sifat ego merekalah yang membuat mereka tidak menghiraukan lagi hak-hak orang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5884a6;">Egoisme merupakan suatu sifat yang hampir menguasai seluruh kehidupan manusia saat ini. Orang tidak lagi memikirkan hak orang lain, mereka hanya mementingkan kepentingan sendiri, kelompoknya sendiri, kalau perlu segala cara digunakan untuk mencapai kepentingan itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5884a6;">Yang lebih ironis, mereka tidak perduli walaupun mereka sadar bahwa mereka telah bersifat egois. Mereka hanya pura-pura bodoh dan acuh tak acuh. Dimanakah hati nurani mereka? Sifat egois telah menguasai hati nuraninya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5884a6;">Mengalahkan ego adalah suatu proses merevisi diri yang tidak gampang, karena mengalahkan ego adalah mengalahkan diri sendiri dan membuat orang lain menang, itu yang kadang tidak bisa diterima oleh hati kecil kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#5884a6;">Kita selalu mau berada dipihak yang menang bukan dipihak yang kalah, namun kalau kita mengalah untuk kepentingan bersama yang lebih besar disitulah nilai diri kita yang sebenarnya.</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/sunday-driver/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Law of Garbage Truck</title>
		<link>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/the-law-of-garbage-truck/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/the-law-of-garbage-truck/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 02:31:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[garbage truck]]></category>
		<category><![CDATA[kendali emosi]]></category>
		<category><![CDATA[truk sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Kontributor : Apriyani Tan How often do you let other people&#8217;s nonsense change your mood? Do you let a bad driver, rude waiter, curt boss, or an insensitive employee or friend ruin your day? Unless you&#8217;re the Terminator, for an instant you&#8217;re probably set back on your heels. However, the mark of a successful person [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kontributor : Apriyani Tan</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-144" title="garbage-truckS" src="http://woxuedao.files.wordpress.com/2009/06/garbage-trucks.gif" alt="garbage-truckS" width="336" height="220" /><span style="color:#008080;">How often do you let other people&#8217;s nonsense change your mood? Do you let a bad driver, rude waiter, curt boss, or an insensitive employee or friend ruin your day?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Unless you&#8217;re the Terminator, for an instant you&#8217;re probably set back on your heels. However, the mark of a successful person is how quickly one can get back their focus on what&#8217;s important.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Sixteen years ago I learned this lesson in the back of a New York City taxi cab. Here&#8217;s what happened. I hopped in a taxi, and we took off for Grand Central Station. We were driving in the right lane when, all of a sudden, a black car jumped out of a parking space right in front of us. My taxi driver slammed on his breaks, skidded, and missed the other car&#8217;s back end by just inches! The driver of the other car, the guy who almost caused a big accident, whipped his head around and he started yelling bad words at us.<span id="more-143"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">My taxi driver just smiled and waved at the guy. And I mean, he was friendly.So, I said, &#8220;Why did you just do that? This guy almost ruined your car and sent us to the hospital!&#8221; And this is when my taxi driver told me what I now call,</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">&#8220;The Law of the Garbage Truck.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">“Many people are like garbage trucks. They run around full of garbage, full of frustration, full of anger, and full of disappointment. As their garbage piles up, they need a place to dump it. And if you let them, they&#8217;ll dump it on you.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">When someone wants to dump on you, don&#8217;t take it personally. You just smile, wave, wish them well, and move on. You&#8217;ll be happy you did. ”So this was it: The &#8220;Law of the Garbage Truck.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">&#8220;I started thinking, how often do I let Garbage Trucks run right over me? And how often do I take their garbage and spread it to other people: at work, at home, on the streets? It was that day I said, &#8220;I&#8217;m not going to do it anymore.&#8221;I began to see garbage trucks. Like in the movie &#8220;The Sixth Sense,&#8221; the little boy said, &#8220;I see Dead People.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">&#8220;Well, now &#8220;I see Garbage Trucks.&#8221;I see the load they&#8217;re carrying.I see them coming to drop it off.And like my Taxi Driver, I don&#8217;t make it a personal thing; I just smile:) , wave, wish them well, and I move on.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">One of my favorite football players of all time, Walter Payton, did this every day on the football field. He would jump up as quickly as he hit the ground after being tackled. He never dwelled on a hit.Payton was ready to make the next play his best.Good leaders know they have to be ready for their next meeting.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Good parents know that they have to welcome their children home from school with hugs and kisses.Leaders and parents know that they have to be fully present, and at their best for the people they care about.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">The bottom line is that successful people do not let Garbage Trucks take over their day.What about you?What would happen in your life, starting today,if you let more garbage trucks pass you by?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Here&#8217;s my bet. You&#8217;ll be happier.Life&#8217;s too short to wake up in the morning with regrets, so..Love the people who treat you right. Forget about the ones who don&#8217;t. Believe that everything happens for a reason.If you get a chance , TAKE IT!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">If it changes your life , LET IT!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Nobody said it would be easy&#8230;They just promised it would be worth it!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008080;">Decide NOW to make Every Day a Garbage Truck Day, by sending them on their way!</span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/the-law-of-garbage-truck/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>265</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senyum Bayi, Tulus Dari Dalam Hati</title>
		<link>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/senyum-bayi-tulus-dari-dalam-hati/</link>
		<comments>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/senyum-bayi-tulus-dari-dalam-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 11:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cermin Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[bayi lucu]]></category>
		<category><![CDATA[ketulusan]]></category>
		<category><![CDATA[senyum bayi]]></category>
		<category><![CDATA[senyum indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://woxuedao.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Bila Anda pernah mempunyai anak, mungkin Anda pernah melihat senyuman pertama yang mereka berikan ketika mereka mulai bisa tersenyum. Pasti Anda sependapat dengan saya bahwa senyuman itu adalah senyuman yang paling polos dan tulus yang pernah Anda lihat. Senyum itu tanpa basa-basi, senyum itu tanpa maksud tertentu. Benar-benar tulus dari dalam lubuk hati sehingga senyum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3e836d;"><img class="aligncenter size-full wp-image-134" title="faces-collage" src="http://woxuedao.files.wordpress.com/2009/06/faces-collage.jpg" alt="faces-collage" width="450" height="450" /><span style="color:#a98456;">Bila Anda pernah mempunyai anak, mungkin Anda pernah melihat senyuman pertama yang mereka berikan ketika mereka mulai bisa tersenyum. Pasti Anda sependapat dengan saya bahwa senyuman itu adalah senyuman yang paling polos dan tulus yang pernah Anda lihat. Senyum itu tanpa basa-basi, senyum itu tanpa maksud tertentu. Benar-benar tulus dari dalam lubuk hati sehingga senyum itu sangat indah.<span id="more-132"></span></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#a98456;">Bayi ibarat kertas putih yang masih kosong, belum ada coretan apapun yang ada diatasnya. Seiring dengan bertambahnya waktu, coretan-coretan yang ada semakin banyak mengisi kertas putih yang tadinya kosong.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#a98456;">Orang sering berkata,&#8221;Anak itu polos, tidak bisa berbohong&#8221;. Dulu saya sependapat, namun sekarang tidak lagi. Sering saya dengar seorang anak berbohong demi mendapatkan mainan yang diinginkannya. Entah perkembangan jaman, perubahan lingkungan ataupun kemajuan teknologi yang menyebabkan anak-anak yang dalam usia balita pun telah bisa berbohong. Hanya bayilah yang masih mempunyai hati yang polos, tulus dan jujur.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#a98456;">Lantas, bagaimana dengan kita? Kertas putih kita telah penuh dengan coretan-coretan perjalanan hidup baik itu suka maupun duka. Senyum polos dan tulus yang dulu pernah kita punya sewaktu kita bayi telah hilang entah kemana. Kita tersenyum hanya bila kemauan kita tercapai, kita tersenyum hanya bila diharuskan tersenyum, kita tersenyum hanya bila terpaksa. Ketidaktulusan terpancar dari senyuman kita, dan itu bisa terbaca oleh orang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#a98456;">Mungkin kita perlu membuka kembali catatan kertas putih kita yang dulu masih kosong. Mungkin kita perlu belajar tersenyum lagi dari bayi yang baru lahir sehingga senyuman kita nantinya adalah senyuman yang benar-benar tulus, senyuman terindah yang pernah kita miliki. </span></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://woxuedao.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://woxuedao.com/cermin-peristiwa/senyum-bayi-tulus-dari-dalam-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

