Oh Kelentengku, Oh Dewaku…: Story 1
Hari itu, di sebuah kelenteng yang asri dan bersih saya datang ingin bersembahyang. Saya memang sering bersembahyang di kelenteng itu di karenakan kelenteng itu selalu menjaga kebersihannya, tidak lagi terlihat kusam dan kotor. Dinding, tiang-tiang bangunan di cat merah menyala dan cerah. Tidak ketinggalan ornamen yang ada seperti patung naga terlihat rapi, ... Continue Reading
Bo Mi Khai Wu : Story 3
Posted By Editor On Sunday, June 14th 2009. Under Bo Mi Khai Wu
Story :
Kalau kita sering bersembahyang di kelenteng, pasti kita sering melihat umat Tao yang bila ingin sembahyang di depan Dewa/Dewi sebelum 'pai' pasti dengan tangannya mengetuk-ngetuk hiolo atau mengusap-ngusapnya, begitu seterusnya di altar lainnya, bagian dari ritualkah?
Logic :
Banyak orang melakukan hal diatas dengan anggapan untuk 'membangunkan' atau 'mengucapkan permisi' kepada ... Continue Reading
Bo Mi Khai Wu : Story 2
Posted By Editor On Wednesday, June 10th 2009. Under Bo Mi Khai Wu Tags: hio, lilin, penerangan, polusi
Story :
Menjelang Imlek suatu waktu, teman papa saya yang sangat kaya menyumbang beberapa lilin yang besarnya sepaha manusia. Namun setelah dia lihat di kelenteng tersebut ada yang menyumbang lilin sebesar paha gajah dia tidak mau kalah. Dia menyumbang lagi lilin yang kali ini lebih besar dari tiang bangunan kelenteng itu. Intinya, ... Continue Reading
Bo Mi Khai Wu : Story 1
Posted By Editor On Wednesday, June 10th 2009. Under Bo Mi Khai Wu Tags: datang bulan, haid, hina, kodrat
Story :
Suatu saat teman saya seorang wanita pernah bertanya, Kenapa pada pada waktu dia sedang haid, orang tuanya melarang dia untuk sembahyang sewaktu mereka sedang berkunjung ke sebuah kelenteng? Bagi teman saya itu, pelarangan itu tidak beralasan. Apakah sehina itukah dia di mata Dewa, padahal dia sedang menjalani kodratnya sebagai ... Continue Reading

