Story :
Kalau kita sering bersembahyang di kelenteng, pasti kita sering melihat umat Tao yang bila ingin sembahyang di depan Dewa/Dewi sebelum ‘pai’ pasti dengan tangannya mengetuk-ngetuk hiolo atau mengusap-ngusapnya, begitu seterusnya di altar lainnya, bagian dari ritualkah?

Logic :

Banyak orang melakukan hal diatas dengan anggapan untuk ‘membangunkan’ atau ‘mengucapkan permisi’ kepada Dewa/Dewi. Hal tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan karena fungsi dari hio itu sendiri sebenarnya sudah seperti kita ‘mengetuk pintu’ atau mengucapkan permisi pada Dewa/Dewi.

Dewa/Dewi sudah begitu agung, tidak terbatas oleh ruang dan waktu tidak seperti manusia, maka hal seperti itu sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Kalau misalnya Dewa/Dewi masih perlu dibangunkan, dimanakah kemahaan Sang Dewa? Hal-hal seperti ini perlu dikaji kembali, jika tidak ingin kelenteng kita ditinggalkan dan ditertawakan oleh anak cucu kita nanti.

  • Share/Bookmark

One Response so far.

  1. [...] View post: Bo Mi Khai Wu : Story 3 [...]

Leave a Reply